WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri, didesak segera menyusun site plan (rencana tapak) dan Detail Engineering Design (DED). Ini penting dilakukan, demi mempercepat upaya merealisasikan pembangunan kembali Pasar Kota Wonogiri yang kobong (terbakar). Diprediksikan, pembangunannya kembali membutuhkan dana sekitar Rp 80 miliar.
Juru Bicara Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Wonogiri, Intan Kusuma Susanti, mendesak agar Pemkab Wonogiri segera menyusun DED dan site plan-nya. Tokoh legislator yang duduk di Komisi-III ini, menyatakan, pembangunan Pasar Kota Wonogiri yang terbakar, perlu segera dilakukan. Pembangunannya dilaksanakan dengan mempertimbangkan aspek keamanan, kenyamanan dan mitigasi bencana kebakaran.
Kepada para pedagang korban pasar kobong, hendaknya diberikan kemudahan untuk mengakses permodalan melalui skema kredit lunak. ”Serta membebaskan atau memberikan keringanan retribusi selama masa transisi dan penampungan,” tandas Intan Kusuma Susanti.
Mengingat pembangunan pasar memerlukan dana yang besar, tambah Intan, berharap Pemkab Wonogiri melakukan koordinasi secara intensif dengan pemerintah provinsi (Pemprov) Jawa Tengah dan pemerintah pusat. ”Untuk mendapatkan alokasi anggaran pembangunan kembali Pasar Kota Wonogiri,” ujar Intan.
Fraksi Partai Golkar DPRD Wonogiri, tandas Intan, menyampaikan rasa prihatin dan duka yang mendalam atas musibah kebakaran pasar tersebut. ”Ini bukan hanya sekadar hilangnya bangunan pisik, tapi juga lenyapnya mata pencaharian dan harapan ribuan orang keluarga pedagan, yang bergantung pada Pasar Kota Wonogiri, yang menjadi denyut nadi dan simpul perdagangan serta perekonomian,” tegasnya.
Gratis
Bupati Wonogiri Setyo Sukarno, menyatakan, Pemkab Wonogiri telah melakukan serangkaian langkah konkrit dalam menyikapi pascakebakaran Pasar Kota Wonogiri. ”Kami telah menetapkan masa kedaruratan terhitung sejak Tanggal 6 sampai dengan 20 Oktober 2025,” tegasnya.

Bersamaan itu, kini tengah dilakukan pembangunan pasar darurat yang berlokasi di Terminal Angkot dan Angkudes, lengkap dengan fasilitas listrik dan air minum. Pembangunan pasar darurat memerlukan dana Rp 3,8 miliar. Fasilitas berjualan di pasar darurat disediakan secara gratis, dan diatur berdasarkan klasterisasi penjenisan komoditas yang diperjualbelikan oleh pedagang.
Kepada para pedagang korban pasar kobong, diberikan bantuan sosial (Bansos). Untuk penyusunan site plan dan DED, kini tengah dilakukan dengan mempertimbangkan hasil studi kelayakan dari pihak berkompeten. Diprediksikan, untuk pembangunan kembali Pasar Kota Wonogiri, dibutuhkan anggaran sekitar Rp 80 miliar. Terkait ini, Pemkab Wonogiri berharap ada dukungan dana dari Pemprov Jateng dan Pemerintah Pusat.
Rancang bangun pembangunan kembali Pasar Kota Wonogiri, perlu dilakukan secara total. Tidak memungkinkan untuk dilaksanakan secara tambal sulam. Sisa bangunan yang terbebas dari api kebakaran, secara teknis tidak dapat dipakai kembali, karena dapat membahayakan. Terlebih lagi, pasar menjadi pusat keramaian publik, yang keberadaannya harus menjamin aspek safety atas kunjungan banyak orang.
Lokasi pasar kobong tersebut, dinyatakan dilarang untuk dikunjungi. Pita kuning police line, dipasang melingkar keliling di seluruh sisi bangunan. Proses pengambilan sisa dagangan dari lokasi pasar kobong, telah dilakukan oleh masing-masing pedagang, dengan pengawalan tim yang didalamnya melibatkan personel dari Pemadam Kebakaran (Damkar), polisi, relawan Search And Rescue (SAR), Dinas Perdagangan dan dari aparat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) beserta Lurah (Kepala) pasar.(Bambang Pur)













