blank
Para murid dari TK Islam Nur Rohman Kecamatan Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, melakukan kegiatan outing class bersama personel TNI AD dari Koramil-22 di Hutan Donoloyo.(Dok.Pendim 0728 Wonogiri)

WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Kegiatan outing class anak-anak dari Taman Kanak-kanak (TK) Islam Nur Rohman, dilakukan bersama personel TNI AD Koramil-22 Slogohimo Kodim 0728 Wonogiri. Lokasinya, di Hutan Wisata Jati Donoloyo di Desa Watusomo, Kecamatan Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.

Outing class adalah kegiatan belajar mengajar yang dilaksanakan di luar ruangan kelas. Ini dilakukan, dalam rangka memberikan pengalaman belajar secara langsung dan kontekstual. Tujuannya, untuk menghubungkan teori pelajaran dengan kondisi yang ada di lapangan. Yakni demi membuat materi lebih mudah dipahami, dan menemukan selingan suasana belajar yang menyegarkan.

Dandim 0728 Wonogiri Letkol (Inf) Edi Ristriyono melalui Penerangan Kodim (Pendim) Peltu Indra, menyatakan, Koramil-22/Slogohimo menjadi rujukan bagi pelajar untuk melaksanakan kegiatan outing class. Harapannya, melalui kegiatan belajar di luar ruang kelas ini, menjadi metode pembelajaran yang menyenangkan bagi anak didik. Materi yang disampaikan di lokasi, menjadi mudah diserap dan dipahami dengan lebih baik dan mengesankan.

Babinsa Serda Awaludin dari Koramil-22/Slogohimo, mengungkapkan, kegiatan pembelajaran di luar kelas tersebut, dilaksanakan untuk mengajak anak-anak bersilaturahmi dan mengenal lingkungan. Juga untuk mengajarkan kepada anak-anak, tentang keberanian, percaya diri dan upaya membangun solidaritas antarkawan.

Kepada anak-anak juga diperkenalkan tentang Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) TNI. Ini memiliki arti penting, agar para murid mengenal profesi militer. Mereka juga diberikan pembekalan kedisiplinan dan rasa cinta Tanah Air dan materi Wawasan Kebangsaan (Wasbang), pengenalan tentang lambang negara, dasar negara dan warna bendera Indonesia.

Masjid Demak

Harapannya, dengan adanya kegiatan ini, dapat memberikan motivasi kepada anak-anak, untuk gemar belajar dan mengenal lingkungan. Juga untuk mengenal TNI, agar makin dicintai rakyat terlebih bagi anak-anak.

Donoloyo, dikenal sebagai kawasan hutan cagar alam yang menjadi objek wisata spiritual. Kayu Jati di hutan legendaris tersebut, awalnya ditanam oleh tokoh sakti Ki Ageng Donoloyo. Yakni salah satu Laskar Kerajaan Majapahit.

Donoloyo, dikenal sakral dan angker (wingit) yang disukai oleh kalangan praktisi spiritual untuk melakukan laku tirakat. Kayu Jati Donoloyo, dipilih oleh Wali Sanga, sebagai utusan dari Kerajaaan Demak, untuk membangun soko guru (tiang utama) pembangunan Masjid Agung Demak.

Masjid Agung Demak dibangun pada Abad Ke-15 (M) oleh Raden Patah. Sebagai raja pertama Kerajaan Islam di Pulau Jawa, Raden Patah yang memimpin Kesultanan Demak, meminta bantuan Wali Sanga untuk membangun masjid agung. Pembangunan masjid, dirancang dengan arsitektur yang menggabungkan unsur Islam dan budaya lokal (Jawa).

Ini tercermin pada rancang bangun atap tumpang (susun) dan memakai soko guru. Yang salah satu soko guru (tiang utama) masjid, menggunakan kayu jati pilihan dari Hutan Donoloyo. Selanjutnya, kayu jati Hutan Donoloyo, juga dipakai untuk pembangunan dan renovasi Keraton Surakarta Hadiningrat sebagai Keraton Mataram Islam di Tanah Jawa.(Bambang Pur)