blank
Dekan Fakultas Ilmu Budaya Undip Prof Alamsyah bersama Arie Jadmiko dan istri serta pegiat budaya Jepara Kang Brodin, Teni Swastika, Indra Didin Ardiyansah

SEMARANG (SUARABARU.ID) –  Pemeran tunggal seniman senior asal Jepara, Arie Jatmiko yang digelar di  Art Centre Universitas Diponegoro (Undip) Semarang pada 6–9 Oktober 2025 berhasil menarik minat mahasiswa. Setiap hari mahasiswa dari berbagai fakultas ramai mengunjungi pameran  dengan tema Jatmikaning Bumi yang menampilkan 50 karya Arie.

Pameran yang digelar  dalam rangkaian acara   Dies Natalis ke-60 Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Undip Semarang ini bukan hanya dikunjungi oleh mahasiswa dari fakultas ilmu budaya dan universitas tersebut. Tetapi juga dari universitas lain di Semarang, seniman dan masyarakat Semarang, guru besar dan dosen di Undip serta pecinta seni lukis Semarang.

blank
Pemeran Ari Jatmiko menerik perhatian mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Foto: Hadepe

“Jujur saya datang karena seniman yang memamerkan karyanya adalah seniman Jepara yang  menjadi mentor banyak perupa Jepara,” ujar Amaliyatul Hidayah Rofiq, mahasiswa program S2 Pendidikan Bahasa Inggris  di Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang.

Mantan Presiden BEM Unisbank Semarang ini mengaku mengagumi tokoh-tokoh-tokoh Jepara  yang ditampilkan dalam pameran ini. “Ada  Ratu Shima, Ratu Kalinyamat, RA. Kartini, dokter Cipto Mangunkusumo,  Sosrokartono dan Bupati Kusumo Utoyo,” ujar Amaliya yang juga menjadi Duta Bahasa Jateng.

blank
Arie Jatmiko melayani pengunjung dari Semarang. Foto: Hadepe

Sementara Nadia, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Diponegoro mengaku mengunjungi pameran ini karena  suka seni rupa. “Tidak hanya keindahan, melalui seni rupa  kita juga dapat belajar tentang kesadaran budaya,” tutur mahasiswa dari kota Kudus.

Direncanakan hari  ini juga ada TK  di Tembalang, Semarang yang akan mengunjungi pameran ini. Guru sekolah ini Rabu siang kemarin telah meminta ijin langsung kepada Dekan FIB, Prof Dr Alamsyah. “Silahkan asal anak-anak  dijaga agar tidak memegang apalagi mencoret-coret lukisan,” ujar Prof Alamsyah yang bertemu mereka di  Art Center.

blank
Dekan FIB Undip, Prof Alamsyah bersama dua orang guru TK Tembalang yang ingin ajak siswanya kunjungi pemeran. Foto: Hadepe

Sementara budayawan Jepara, Fakrudin yang mengunjungi pameran bersama aktivis budaya Teni Swastika dan Indra Didin Ardiyansyah Rabu siang mengaku mengaggumi karya-karya dan semangat Arie Jatmiko. “Beliau  memang mentor dan inspirator seniman seniman Jepara,” ujar Kang Brodin.

blank
Dekan FIB Undip Prof Alamsyah bersama aktifis budaya Jepara.

Sementara Adhita  dari Dewan Kesenian Semarang mengaku memberikan apresiasi terhadap kolaborasi antara FIB Undip dengan seniman. “Pameran yang digelar di kampus ini bisa menjadi media pembelajaran yang baik bagi para mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu,” tutur Adhita. Harapannya dapat terus dilakukan hingga dapat menjadi kalender kegiatan kampus dan seniman, pungkas Adhita.

Hadepe