GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Sebuah insiden percikan api terjadi di Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPBE) Puri Bakti, Desa Putat, Kabupaten Grobogan Senin (6/10/2025) sekitar pukul 14.30 WIB.
Peristiwa ini sempat menimbulkan kepanikan. Dilaporkan ada 11 orang mengalami luka akibat insiden tersebut.
Pertamina Patra Niaga memastikan bahwa insiden tersebut tidak mengganggu distribusi maupun ketersediaan LPG 3 kilogram di wilayah Grobogan dan sekitarnya.
Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan, menegaskan bahwa peristiwa di SPBE Putat merupakan musibah yang tengah diselidiki secara menyeluruh oleh tim gabungan.
BACA JUGA : Menjual Emas Hasil Curian, Uangnya untuk Traktir Anak Korban
Menurut Taufiq, penyebab awal percikan api masih dalam tahap investigasi oleh tim internal Pertamina bersama pihak eksternal yang berwenang.
“Peristiwa ini sedang kami telusuri secara detail. Tim kami dan pihak eksternal terus bekerja untuk mengetahui penyebab pastinya,” jelas Taufiq, Selasa (7/10).
Ia menyampaikan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut dan seluruh pekerja berhasil dievakuasi dengan cepat berkat kesiapsiagaan petugas di lapangan.
“Alhamdulillah, tidak ada korban. Respons tim di lapangan sangat cepat sehingga api dapat segera dikendalikan,” ujarnya.
Untuk menjaga kelancaran distribusi, Pertamina langsung menyalurkan pasokan LPG sebanyak 54 metrik ton ke tiga SPBE lain yang berada di sekitar wilayah Grobogan dan Demak.
Langkah cepat ini dilakukan agar suplai LPG 3 kilogram tetap stabil dan masyarakat tidak mengalami kendala dalam mendapatkan bahan bakar subsidi tersebut.
“Kami sudah alihkan pasokan ke tiga SPBE terdekat. Masyarakat tidak perlu khawatir, stok dan distribusi tetap berjalan seperti biasa,” tegas Taufiq.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar membeli LPG 3 kilogram hanya di pangkalan resmi dengan harga yang sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
“Pertamina terus mengimbau masyarakat untuk bertransaksi di pangkalan resmi. Informasi lokasi pangkalan bisa dicek melalui situs subsidi.tepatlpg.mipertamina.id,” tambahnya.
Taufiq menuturkan, seluruh SPBE di bawah pengawasan Pertamina telah menerapkan standar keselamatan tinggi sesuai dengan prosedur operasional yang berlaku.
Menurutnya, seluruh operator SPBE telah mengikuti pelatihan khusus dan memiliki sertifikasi resmi dalam menangani sistem pengisian elpiji.
“Seluruh petugas sudah mendapatkan pelatihan dan sertifikasi keselamatan. Pengawasan rutin juga terus dilakukan oleh tim safety dan security di setiap SPBE,” ungkapnya.
Meski begitu, ia menilai bahwa musibah dapat terjadi kapan saja, meskipun prosedur keamanan telah diterapkan secara ketat.
“Yang terpenting, kami pastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan baik dan suplai LPG 3 kilogram tetap aman,” tegas Taufiq.
BACA JUGA : Diduga Sakit, Warga Srati Meninggal saat Cari Rumput di Hutan
Pertamina berkomitmen melakukan evaluasi menyeluruh setelah hasil investigasi resmi dikeluarkan. Evaluasi ini akan menjadi dasar peningkatan standar keamanan di seluruh SPBE di wilayah Jawa Tengah.
Selain itu, Pertamina juga berencana memperkuat koordinasi dengan aparat daerah dan pemadam kebakaran guna memastikan setiap SPBE siap menghadapi potensi keadaan darurat.
Melalui langkah-langkah tersebut, Pertamina menegaskan komitmennya untuk menjaga keamanan operasional dan memastikan kebutuhan energi masyarakat, khususnya LPG 3 kilogram, tetap terpenuhi secara berkelanjutan.
TYA WIDYA













