WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Upacara pelantikan taruna-taruni SMK Negeri 1 Bulukerto (sekitar 60 Kilometer arah timur laut Ibukota Kabupaten Wonogiri), dimeriahkan dengan aneka atraksi menarik. Para murid menampilkan demo senam balok, senam halang rintang dan bela diri militer.
Suasana tambah semarak, saat para siswa mendemonstrasikan kemahirannya dalam bermain drumband, menyajikan tarian klasik dan tarian kontemporer, serta adu mahir membaca puisi. Yang semua itu, diperolehnya dalam mengikuti ekstrakurikuler di sekolah.
Plt Kepala SMK Negeri 1 Bulukerto, Gunarsi SPd, MPd, menyatakan, pelatihan dilakukan dengan mendatangkan instruktur dari tentara. Peserta pelatihan adalah para siswa Kelas X Angkatan Tahun 2025. Ini merupakan angkatan yang ketiga.
Komandan Kodim (Dandim) 0728 Wonogiri Letkol (Inf) Edi Ristriyono beserta Komandan Koramil (Danramil)-21 Bulukerto Kapten (Inf) Hengky Nur Cahyadi, melalui Penerangan Kodim (Pendim) Pelda Indra, menyatakan, untuk mendukung sukses kegiatan tersebut, ditugaskan 5 personel prajurit TNI-AD dari jajaran Koramil-21 Bulukerto Kodim 0728 Wonogiri. Kelima prajurit yang menjadi Instruktur, dipimpin oleh Pelda Budi S.
Selama pelatihan, para siswa mendapatkan pendampingan dari Guru Pendamping Ketarunaan SMK N 1 Bulukerto. Mereka terdiri atas Giyarno, Afan dan Tyas. Juga melibatkan para Pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) setempat.
Pelatihan ketarunaan bagi siswa SMK, adalah pola pendidikan berbasis semi militer. Ini untuk membentuk karakter siswa, menumbuhkan sikap disiplin, membina jiwa kepemimpinan dan mengembangtumbuhkan sikap kerjasama siswa dan jiwa korsa.
Disiplin
Selama pelatihan, para siswa diberikan pembinaan pisik melalui pelatihan baris-berbaris, gerak badan senam kebugaran jasmani, teknis menggelar apel dan upacara. Juga diberikan pembinaan mental, etika sebagai upaya menumbuhkan sikap disiplin.

Pelatihan ketarunaan, bertujuan mempersiapkan siswa agar siap menghadapi dunia kerja dan tantangan nyata di masyarakat. Kepada para siswa, ditanamkan nilai-nilai disiplin, kemandirian, tanggung jawab, kejujuran dan sikap hormat.
Peserta diberikan pelatihan tentang kepemimpinan, cara berinisiatif, kemampuan memecahkan masalah dan kiat membangun kerja sama tim. Hal ini untuk membekali para siswa, agar mampu beradaptasi dengan lingkungan kerja, saat melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL), supaya siswa siap menjadi tenaga kerja yang kompetitif.
Tim instruktur dari Koramil-21 Bulukerto, juga memberikan pembekalan tentang pendidikan kebangsaan, sebagai upaya membentuk karakter dan kiat mengembangsuburkan rasa cinta terhadap Tanah Air, melalui pemberian bekal wawasan kebangsaan (Wasbang).
Materi yang diberikan secara indoor di ruang kelas, tentang nilai-nilai moral, etika, tata krama, serta kegiatan ibadah berjamaah. Juga diberikan pelatihan penanaman jiwa kepemimpinan dan keterampilan sosial. Ini dilakukan, melalui simulasi kepemimpinan, latihan mengambil keputusan, dan pembentukan kemampuan berpikir kritis.(Bambang Pur)













