Semarang (SUARABARU.ID) – Lomba burung berkicau khusus komunitas penggemar Cendet bertajuk One Day Cendet berlangsung meriah di Gantangan Karimata Arena, Pasar Burung Karimata, Semarang, Minggu (14/9). Gelaran ini sukses menarik perhatian para kicau mania, dengan peserta yang datang dari berbagai daerah, mulai Demak, Kudus, Jepara, Pati, Purwodadi, Salatiga, Magelang, Temanggung, Kendal, hingga Tegal.
Atmosfer kompetisi terasa begitu ketat. Hadirnya gacoan-gacoan terbaik dari berbagai kota menjadikan lomba kali ini sarat gengsi dan penuh prestise.
Di tengah sengitnya persaingan, nama Hasil Laut, Cendet milik Bagus dari tim CST (Cendet Semarang Timur), mencuri perhatian publik. Tampil di kelas Bursa, burung ini menunjukkan performa istimewa dengan irama lagu bervariasi, rol speed rapat, volume keras, serta durasi kerja stabil dari awal hingga akhir penilaian.

Aksi tersebut membuat Hasil Laut mendapat banyak apresiasi hingga memicu penawaran maksimal sesuai regulasi Bursa, yakni Rp.6 juta. Berdasarkan aturan, jika penawaran maksimal terjadi, pemilik wajib melepas burungnya. Jika menolak, maka hadiah juara dianggap gugur dan dikenakan denda.
Namun, Bagus tetap pada pendiriannya untuk tidak melepas Hasil Laut. Saya masih sayang dengan burung ini, eman-eman kalau dilepas. Burung ini saya dapat dari pinggiran Semarang dalam kondisi muda hutan, sudah dua tahun saya rawat dan dipercayakan perawatannya kepada Agung Kebo,” jelasnya.
Tak hanya kali ini, Hasil Laut sudah menorehkan banyak prestasi di berbagai gelaran, baik di dalam maupun luar kota. Di antaranya juara di Anniversary CBR, Kenzo Cup, Santosa Cup, Yudhistira Arena, hingga One Day Cendet sebelumnya.
Menurut Bagus, harga yang ditawarkan masih belum sesuai. Masalahnya, burung yang benar-benar stabil di lapangan itu sulit dicari. Saya berharap Hasil Laut bisa terus konsisten dan menambah prestasi, sekaligus mengharumkan nama tim CST,” pungkasnya.
(dwi_prie)













