blank
Tim PKM USM saat melakukan kegiatan di Kampung Keripik, Desa Blerong, Kecamatan Guntur, di Kabupaten Demak. Foto: dok/usm

DEMAK (SUARABARU.ID)– Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Semarang (USM), belum lama ini sukses meningkatkan kapasitas usaha UMKM di Kampung Keripik, Desa Blerong, Kecamatan Guntur, di Kabupaten Demak.

Melalui program ‘Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat’ yang didanai DRTPM Kemendikbudristek, tim dosen USM itu mengenalkan perangkat lunak khusus, berupa Smart Software for Marketing and Accounting (S2MAc), untuk membantu para pelaku usaha.

Program ini digagas tiga dosen USM, yang terdiri dari Ketua Tim Dr Dian Indudewi SE MSi Ak CA, Anggota Tim Dr Yuli Budiati SE MSi, dan Galet Guntoro Setiaji SKom MKom.

BACA JUGA: Gubernur Minta Mahasiswa Baru USM Persiapkan Diri Jadi Pemimpin

Berdasarkan identifikasi awal, Tim PKM menemukan dua masalah utama pada UMKM keripik di Desa Blerong. Pertama, pencatatan keuangan yang masih manual di buku kas, dan kedua, pemasaran digital yang belum optimal.

Dalam keterangannya, Dr Dian Indudewi menjelaskan, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan pengelolaan usaha Kampung Keripik, dalam menerapkan software keuangan dan digitalisasi pemasaran berbasis website, serta media sosial.

Menurut dia, melalui program ini, para pelaku UMKM mendapatkan fasilitas berupa software keuangan, website produk, serta pelatihan mendalam. Sedangkan materi yang disampaikan, mencakup panduan langkah tentang cara mengoperasikan software, untuk pencatatan transaksi dan penyusunan laporan keuangan.

BACA JUGA: Lakukan Inovasi Vitourist, Tim PKM USM Lolos Hibah DPPM Kemendikbudristek

”Selain itu, mereka juga dilatih untuk mengelola website produk. Mulai dari mengunggah foto, menulis deskripsi menarik, hingga mengoptimalkan promosi di media sosial,” ungkap dia lagi.

Disampaikan juga, kegiatan itu mempunyai dampak positif. Pemanfaatan software keuangan terbukti mampu meningkatkan akurasi pencatatan, perhitungan harga pokok, serta transparansi usaha.

”Sementara itu, pelatihan digitalisasi pemasaran berhasil memperluas jangkauan pasar dan mendorong pertumbuhan penjualan,” imbuh Dian.

Dengan adanya pendampingan ini, diharapkan para pelaku UMKM di Kampung Keripik, dapat mengelola keuangan dan pemasaran produk secara mandiri, sehingga usaha mereka semakin maju dan berkembang.

Riyan