JEPARA (SUARABARU.ID – Pelajar di Jepara seharusnya mengenal lebih dalam tentang gagasan dan pemikiran R.A. Kartini dan tidak hanya terjebak pada acara serimonial yang hanya menyajikan kemeriahan, namun miskin substansi. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Yayasan Kartini Indonesia, Hadi Priyanto saat menjadi narasumber Pembelajaran Kolaboratf Kelas XI SMAN 1 Pecangaan yang diikuti 390 siswa, di aula sekolah Rabu 17 September 2025.
Kegiatan yang dikemas dalam bentuk ceramah ini mengambil tema “Mengenal Lebih Dekat Ratu Kalinyamat dan R.A.Kartini: Kepahlawanan dalam Aksi, Mewujudkan Generasi Berkarakter dan Berintegritas”.
Akibatnya menurut Hadi, pelajar kurang memahami gagasan dan spirit R.A. Kartini yang harus diwarisi dan di teladani dan hanya mengenal Kartini seperti kulit ari, sebagai pahlawan emansipasi perempuan Indonesia. “Ini juga muncul karena beban dan desain kurikulum sekolah,” ujarnya

Karena itu pelajar Jepara harus mau belajar mandiri dengan memperkaya bacaan tentang R.A. Kartini yang memiliki peran besar dalam perjalanan bangsa Indonesia.
Hadi juga menjelaskan tentang tujuh nilai keutamaan R.A.Kartini yang perlu dipahami dan diwarisi oleh pelajar dan mahasiswa Jepara, sebab beliau bukan saja tokoh Jepara tetapi telah menjadi tokoh bangsa dan bahkan memiliki peran dalam membangun peradaban dunia. “Surat-surat Kartini juga telah ditetapkan menjadi memori kolektif dunia,” terang Hadi yang juga dikenal sebagai penulis buku.
Dengan memahami nilai – nilai keutamaan Kartini, menurut Hadi para pelajar dapat belajar dari karakter dan integritasnya dalam memberikan sumbangan bagi kemajuan bangsanya.

Sapta Nilai Keutamaan Kartini
Hadi menjelaskan, belajar dari pemikiran dan gagasan Kartini yang dituangkan dalam surat-suratnya, maka dapat disarikan menjadi tujuh nilai keutamaan dan 37 lebih nilai turunannya. “Nilai tersebut adalah : Pertama, emansipatif : kesetaraan dan persamaan derajat bukan hanya antara laki-laki dan perempuan, tetapi mencakup kepekaan dan kepedulian sosial, semangat pembebasan melawan ketidak adilan, kezaliman, kebodohaan, kemiskinan,” ujarnya
Kedua; nasionalis: Diwujudkan dengan sikapnya yang menghargai keberagaman dan pluralitas, mengembangan budaya dan tradisi serta menerima kemajuan dari manapun selama mendukung penguatan jati diri bangsanya. Sedangkan Ketiga; kritis: Semangat untuk terus belajar, cerdas dan argumentatif, rasional, analitis dan selalu mencari jalan keluar dari persoalan yang dihadapi.
Sedangkan nilai Keempat, kreatif: Dimana R.A. Kartini sangat terbuka dengan gagasan dan ide baru, terbuka terhadap perubahan, menciptakan peluang berkarya, inovatiif, kolaboratif dan senantiasa berorientasi ke masa depan. “Kelima; optimis. gigih memperjuangkan keyakinan, berprasangka dan berkehendak baik, berfikir positif dan selalu berorientasi pada masa depan,” tuturnya
Sementara nilai Keenam; bersahaja: Kesederhanaan adalah salah satu ciri R.A. Kartini. Menghormati sesama, tepa slira dan tidak menyombongkan diri dan Ketujuh; jujur. R.A. Kartini senantiasa terbuka menyampaikan kebenaran dan keyakinannya dan bersedia belajar kepada orang lain serta menghormati pendapat orang lain walaupun berbeda dengan pandangannya, obyektif dan berani mengoreksi diri sendiri.
Dalam kesempatan tersebut Hadi juga telah membagikan buku karyanya kepada 4 siswa yang dinilai cukup aktif dalam kegiatan tersebut.
Hadepe











