blank
Bupati Kudus Sam'ani Intakoris saat meninjau Siskamling di Desa Ngembal Kulon, Kecamatan Jati. foto: Ist

KUDUS (SUARABARU.ID) – Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengajak masyarakat untuk mengaktifkan kembali kegiatan Siskamling di lingkungan masing-masing. Langkah ini menjadi upaya pencegahan dini terhadap potensi gangguan ketertiban dan kriminalitas di wilayah Kabupaten Kudus.

Bupati menegaskan, peristiwa kekerasan yang terjadi di Kelurahan Wergu Wetan dan menewaskan dua warga harus menjadi pelajaran berharga agar tidak terulang kembali.

“Atas nama Pemkab Kudus, kami sangat prihatin. Jangan sampai terulang kembali,” ucap Sam’ani saat melayat ke rumah duka, Senin (15/9).

Menurutnya, kejadian tersebut mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga keamanan. Karena itu, ia mendorong agar tradisi Siskamling yang sudah mengakar di Kudus dihidupkan kembali.

“Alhamdulillah, sekitar 80 persen pos Siskamling di Kudus masih aktif. Sisanya 20 persen akan kami dorong melalui camat, kades, lurah, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas agar segera diaktifkan,” jelasnya.

Sam’ani optimistis, dengan aktifnya Siskamling, kondusivitas lingkungan semakin meningkat. Keamanan yang terjaga diyakini mampu mendukung kestabilan ekonomi serta berujung pada kesejahteraan masyarakat.

“Insyaallah Kudus selalu damai, perekonomian stabil, tidak ada PHK, masyarakat makmur dan sejahtera,” tambahnya.

blank
Siskamling dinilai menjadi sarana efektif untuk menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan. foto: Ist

Razia Miras Bersama TNI-Polri

Selain menggalakkan Siskamling, Pemkab Kudus juga menggandeng TNI-Polri untuk menggelar operasi rutin pemberantasan minuman keras (miras). Hal ini dilakukan karena miras kerap menjadi pemicu keributan di masyarakat.

“Kami akan koordinasi dengan Polres dan TNI untuk melakukan operasi agar tidak menimbulkan kegaduhan,” tegasnya.

Instruksi Presiden Prabowo Subianto melalui Menteri Dalam Negeri terkait pengaktifan kembali Siskamling juga mendapat dukungan penuh dari Bupati Kudus. Bahkan, Sam’ani dalam beberapa pekan terakhir aktif melakukan pengecekan langsung ke desa-desa guna memastikan kesiapan masyarakat.

“Keamanan adalah tanggung jawab bersama. Kalau semua bergerak bersama, Kudus akan selalu aman, damai, dan tenteram,” tutupnya.

Aktifnya Siskamling di Kabupaten Kudus juga mendapat apresiasi dari Kemendagri. Direktur Dekonsentrasi, Tugas Pembantuan, dan Kerja Sama Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri Elfin Elyas menyempatkan diri meninjau siskamling bersama Bupati beberapa waktu lalu, mengapresiasi masyarakat Kabupaten Kudus. Elfin menyampaikan siskamling sudah menjadi budaya di Kudus dan itu dinilai baik. Keamanan lingkungan terjaga, Kudus semakin kondusif.

“Luar biasa masyarakat Kabupaten Kudus sudah mengaktifkan siskamling sejak lama. Sebenarnya memang siskamling sudah menjadi kultur dimana-mana dengan taglinenya sendiri-sendiri. Ada Jaga Jawa Tengah, di Jawa Timur juga ada,” paparnya.

Dengan mengakarnya budaya siskamling, Elfin Elyas optimis imbauan untuk pengaktifan siskamling mudah dilaksanakan oleh lingkungan terkecil seperti di RT dan RW. Sehingga keamanan wilayah terus terjaga.

“Saya rasa imbauan rutin pengaktifan siskamling akan mudah apabila siskamling memang sudah aktif sejak lama,” tuturnya.

Ads-Ali Bustomi