SEMARANG (SUARABARU.ID)– Kadisporapar Jawa Tengah, Muhamad Masrofi menyatakan, pihaknya memberikan apresiasi atas kinerja KONI Jateng, yang mampu menuai prestasi gemilang di PON XXI/2024 di Aceh-Sumatera Utara, dengan capaian 71 medali emas, 74 perak dan 115 perunggu.
Karenanya dia sangat berharap, prestasi itu bisa dijaga dan bahkan ditingkatkan pada PON mendatang, meskipun masih dihantui soal pendanaan. Dan itu butuh komitmen bersama dari berbagai pihak.
Hal itu seperti Masrofi sampaikan, dalam Diskusi Olahraga Seksi Wartawan Olahraga (Siwo) PWI Jateng, yang berlangsung di Hotel Noormans, Semarang, Selasa (9/9/2025). Kegiatan dalam menyambut Haornas 2025 dengan tajuk ‘Menjaga Prestasi Olahraga Jawa Tengah’ ini, menghadirkan empat narasumber.
BACA JUGA: Mahasiswa Fikom Unissula Juara Nasional Citizen TV Journalist 2025
Selain Masrofi yang membawakan materi ‘Peran Pemda dalam Menyediakan Fasilitas dan Program Pembinaan Olahraga’, ada pula Wakil Ketua Umum II KONI Jateng Soedjatmiko (Strategi KONI dalam Membina dan Mengembangkan Cabor Unggulan Daerah).
Selanjutnya, anggota Komisi E DPRD Jateng Abdul Hamid (Dukungan Regulasi dan Anggaran DPRD untuk Prestasi Olahraga Daerah), dan mantan atlet/pelatih bulutangkis Basri Yusuf yang juga Ketua Umum PBSI Jateng (Pengalaman dan Tantangan Atlet: Kunci Menuju Prestasi olahraga yang Berkelanjutan).
Dalam paparannya disampaikan juga, selama ini Pemprov Jateng sudah mengambil peran dengan kebijakan alokasi APBD, dan penghargaan kepada atlet berprestasi, serta penyediaan sarana olahraga.
BACA JUGA: Warung Mak E, Rumah Masakan Jawa di Purwodadi yang Bikin Kangen Masakan Ibu
Namun sayangnya, mengacu pada PON XXI/2024 lalu, sektor swasta belum bisa berbuat banyak, sehingga masih mengandalkan APBD yang terbatas. Pihaknya memang tak bisa menampik, dana CSR korporasi lebih banyak disalurkan untuk kemanusiaan dan kesejahteraan masyarakat, bukan pada olahraga. Inilah yang menjadi tantangan bersama.
”Selain itu, harapan kita sama. Semoga ada perubahan pada Permenpora No 14 selepas ganti menteri. Sulit mengandalkan CSR dari swasta, karena ada aturannya. Sedangkan pengurus KONI diminta cari uang dari swasta, ya saya kira tak mampu,” ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, Soedjatmiko yang mewakili KONI menyatakan, lebih menekankan bagaimana menggunakan strategi untuk mampu bersaing di PON lalu. Jateng punya kekuatan besar, di antaranya soliditas cabor, KONI, pemerintah dan stakeholder, transparansi keuangan, kualitas SDM atlet, dan pemetaan cabor unggulan.
BACA JUGA: Dua Petenis Meja USM Ikuti Babak Kualifikasi Porprov
”Kekurangannya, dukungan anggaran yang belum memadai dari APBD dan swasta, terbatasnya sarana prasarana, terbatasnya penerapan iptek yang berkelanjutan. Ke depan, ancaman masih ada, di antaranya mutasi atlet, regulasi yang menguntungkan tuan rumah PON, dan penurunan prestasi atlet karena kesibukannya,” bebernya.
Sebelumnya, diskusi olahraga ini dibuka Ketua Umum KONI Jateng, Bona Ventura Sulistiana. Hadir dalam kesempatan itu, Sekum KONI Achmad Ris Ediyanto, Ketua PWI Jateng Amir Machmud NS, perwakilan KONI kabupaten/kota di Semarang Raya, perwakilan induk organisasi olahraga (pengprov), Ketua Siwo PWI Jateng Erwin Ardian bersama jajaran, serta sejumlah wartawan olahraga.
Bona dalam sambutannya menyampaikan apresiasi pada Siwo PWI Jateng, yang telah menggelar diskusi ini. Dia berharap, Siwo tetap turut andil dalam mengawal denyut pembinaan olahraga, dengan masukan-masukan yang konstruktif.
BACA JUGA: Blora Siap Menjadi Tuan Rumah Kejuaraan Nasional Aeromodelling Oktober 2025
Ditambahkan Amir Machmud, diskusi yang dilakukan Siwo PWI Jateng ini, sesuai dengan tema Musyarawah Olahraga Provinsi KONI yang akan segera digelar, yaitu ‘Menguatkan Landasan Pembinaan Olahraga Prestasi Jateng.
”Mengapa menguatkan landasan, mengapa menjaga prestasi. Ini selaras dengan tekad KONI, Jateng masuk dalam lingkaran elit kontestan PON, dan perolehan medali melompat drastis dibanding PON 2021,” ungkapnya.
Usai acara, Ketua Siwo PWI Jateng, Erwin Ardian menyatakan, kegiatan diskusi ini bertujuan selain melaksanakan program kerjanya, juga turut berkontribusi memonitor pembinaan olahraga di Jateng, termasuk isu-isu terkini, salah satunya Permenpora Nomor 14 Tahun 2024.
Riyan













