Oleh: Amir Machmud NS
// keputusan pun tiba/ untuk memilih siapa/ dengan pertimbangan matang/ berapa pun tebusan yang dikucurkan/ untuk memperdalam skuad/ atau investasi jangka panjang//
(Sajak “Mereka Memutuskan”, 2025)
PENUTUPAN bursa transfer musim panas kemarin, antara lain ditandai dengan keputusan penting di Liga Primer. Manchester City melabuhkan Gianluigi Donnarumma, Manchester United memilih Senne Lammens, sementara Liverpool sukses merekrut penyerang impiannya: Alexander Isak.
Momen ini mengakhiri sepekulasi-spekulasi dalam drama transfer The Citizens, The Red Devils, dan The Reds.
klub bertetangga di Manchester itu memang sedang mengalami krisis di bawah mistar. MU belum juga mantap dengan performa Andre Onana yang masih terus melakukan blunder, sedangkan City kehilangan Ederson Moraes yang sudah delapan tahun menjadi andalan, dan kini memilih hijrah ke Fenerbahce di Liga Turki.
Sementara itu, Liverpool akhirnya mendapatkan Alexander Isak yang sudah lama diburu dari Newcastle United. Penyerang cepat itu dibeli dengan banderol hampir Rp 3 triliun dalam drama proses kepindahan yang melelahkan. The Magpies tak mau melepas, sementara Isak ngotot tidak mau bertahan dan menghendaki pindah ke Anfield.
Sang arsitek, Arne Slot memperdalam barisan penyerangnya menjadi kekuatan yang makin permutatif dan mengerikan. Kepergian Luis Diaz ke Bayern Muenchen pun tak lagi menjadi kekhawatiran menciptakan celah di lini depan. Slot masih bisa mengandalkan Mohamed Salah, Florian Wirtz, Hugo Ekitike, Frederico Chiesa, Cody Gakpo, dan wonderkid Rio Ngumoha.
Jawaban bagi MU?
Dan, dengan mendatangkan Senne Lammens, inikah jawaban paling tepat bagi MU untuk memperbaiki celah dengan memperkuat benteng terakhir?
Setan Merah sejatinya terpincut kiper Argentina, Emiliano Martinez yang menjadi tembok tangguh Aston Villa. Donnarumma juga sempat disebut-sebut bakal mendarat di Old Trafford. Entah mengapa, akhirnya The Red Devils mengalihkan buruan.
Selama dua musim, Onana dan deputinya, Altay Bayindir menciptakan lubang bagi tim racikan Ruben Amorim itu, sehingga menjadi titik lemah di tengah upaya membangun skuad di semua lini.
Onana, kiper Kamerun yang diambil MU dari Internazionale Milan, sering membuat blunder, sementara Bayindir tidak juga memperlihatkan diri sebagai penutup kekurangan tersebut. Kiper asal Turki itu tidak bisa menjadi substitusi yang memperbaiki keadaan.
MU bahkan sempat dispekulasikan bakal mendatangkan kembali eks penjaga gawang andalannya yang kini bermain untuk Fiorentina, David de Gea. Pilihan merekrut Lammens dari Royal Antwerp di Liga Belgia mengingatkan kembali pada Sir Alex Ferguson yang mengambil De Gea dari Atletico Madrid pada 2011, juga dalam usia 23. Sebuah investasi jangka panjang!
Saya melihat, dengan durasi kontrak lima musim dan harga Rp 400 miliar, Senne Lammens menjadi investasi bagi Pasukan Old Trafford.
Dia menjadi kiper Belgia lain yang bakal mengarungi liga besar. Selain Lammens, tercatat Thibaut Courtois yang kini memperkuat Real Madrid. Belgia juga memiliki tiga legenda kiper dengan kualitas dunia pada era yang berbeda, yakni Jean Marie-Pfaff, Michel Preud’homme, dan Simon Mignolet.
Sementara itu, Gigi Donnarumma yang secara mengejutkan tersisih dari Paris St Germain setelah membantu meraih treble, akhirnya bergabung dengan Manchester City.
Gigi, MPV Euro 2024, tercatat sebagai salah satu kiper terbaik dunia, namun pelatih PSG Luis Enrique berdalih, kiper Italia itu tidak cocok dengan taktiknya. Dia butuh karakter ball-playing goal keeper atau penjaga gawang yang terlibat dalam permainan. Sebagian analisis lain menduga, Gigi dijual oleh PSG karena menuntut kenaikan gaji terlalu besar untuk perpanjangan kontrak yang akan berakhir pada 2026.
Apa pun latar belakangnya, merupakan keberuntungan bagi Gigi Donnarumma bergabung dengan Manchester City, begitu pula sebaliknya. Bagaimanapun, dia tidak di bawah kualitas Ederson. Kita bakal menanti, apakah di bawah arahan Pep Guardiola, penampilannya bakal sebaik di Les Parisiens.
Penampilan kiper baru Manchester Merah dan Manchester Biru, menjadi salah satu elemen yang paling ditunggu di Liga Primer musim ini. Apakah MU bisa menghilangkan kecemasan yang selama ini menghantui sektor belakang, dan apakah City menemukan ketangguhan baru di bawah mistar.
Tak kalah menarik, apakah perburuan Liverpool untuk mendapatkan Alexander Isak tidak sia-sia dalam mempertajam lini depan. Sebelumnya, bersama Newcastle United, pemain 25 tahun asal Solna, Swedia itu mengemas 54 gol dari 86 penampilan. Dia bakal bersaing dengan kompatriotnya, Viktor Gyokeres yang kini memperkuat Arsenal.
— Amir Machmud NS, wartawan Suarabaru.Id dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah —













