KEBUMEN (SUARABARU.ID) – Bupati Lilis Nuryani bersama Forkompimda, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen di Kabupaten Kebumen berkumpul di Pendopo Kabumian menegaskan komitmen untuk menjaga kerukunan daerah, Selasa (2/9).
Acara ini dikemas dalam Doa Bersama dan Deklarasi Damai sebagai langkah konkret untuk menciptakan Kebumen yang guyub dan kondusif.
Diawali dengan doa bersama oleh pemuka dari berbagai agama atau lintas agama, diikuti pembacaan ikrar deklarasi damai.
Deklarasi damai dibacakan oleh Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Kebumen M Amin Mustofa, yang isinya mencakup tiga poin utama:
* Menjaga toleransi antar umat beragama dan antar golongan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
* Menciptakan suasana guyub dan rukun serta bersinergi dengan pemerintah daerah.
* Merawat situasi yang aman dan tertib demi mewujudkan Kebumen yang beriman, maju, sejahtera, dan berbudaya.

Setelah pembacaan ikrar, deklarasi ini secara simbolis ditandatangani oleh Bupati Lilis Nuryani, Pimpinan DPRD, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompimda), dan perwakilan masyarakat yang hadir. Termasuk tokoh agama, budayawan, dan pimpinan organisasi kemasyarakatan.
Bupati Lilis Nuryani dalam amanatnya mengapresiasi semua pihak yang telah berupaya menjaga kondusivitas daerah.“Mari kita bersihkan hati dan jaga lisan. Perbedaan jangan dijadikan perpisahan, tetapi jadikanlah kekuatan untuk saling melengkapi,”ujar Lilis.
Pesan senada disampaikan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Al Falah Sumberadi, Gus Ulvi Musyaffa.
“Kita berkumpul di sini untuk mendeklarasikan Kebumen yang damai, aman, dan tenteram. Tidak ada lagi kerusuhan atau demo yang anarkis. Mari kita bersama-sama menjaga kondusivitas dan saling merangkul,” kata Gus Ulvi.
Perwakilan dari berbagai organisasi pemuda juga menyampaikan pesannya. GP Ansor mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dan bersama-sama menjaga kondusivitas.
Sementara itu dari Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah menekankan pentingnya menjaga kedamaian dan kerukunan dengan menunjukkan kasih sayang kepada sesama. Mereka berpesan agar yang lebih tua menyayangi yang muda, dan yang muda menghormati yang lebih tua.
Komper Wardopo













