blank
Mewakii Bupati, Sekda Heru Wiwoho (ketiga dari kiri) bersama para Asisten, tampil menghadapi massa demo mahasiswa di depan Pendapa Kabupaten Pacitan.(Dok.Prokopim Pacitan)

PACITAN (SUARABARU.ID) – Massa mahasiswa di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, Selasa (23/6/26), menggelar aksi demo di dua tempat. Pertama dilakukan di depan Pendapa Kabupaten Pacitan. Kedua di depan Gedung DPRD Kabupaten Pacitan.

Mereka membawa tiga isu persoalan kebangsaan yang menjadi program nasional. Terdiri atas masalah Makanan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan kualitas pelayanan listrik dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang dikeluhkan warga sebagai konsumen. Terkait listrik, dikritisi mulai dari stabilitas daya tegangan listrik, frekuensi pemadaman, mekanisme kompensasi pelanggan, hingga penguatan infrastruktur jaringan.

Para mahasiswa yang melakukan aksi unjuk rasa tersebut, juga membawa persoalan mengenai implementasi program KDMP. Mereka mendesak agar DPRD dan Pemkab Pacitan, melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program tersebut. Khususnya terkait transparansi rekrutmen pengurus, tata kelola kelembagaan, serta orientasi pemberdayaan produk lokal.

Mereka meminta pemerintah memastikan pelaksanaan program tidak mengabaikan penyerapan terhadap lahan pertanian produktif, dan tetap melibatkan partisipasi masyarakat dalam setiap tahapan pelaksanaannya.

Dalam orasinya, Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pacitan, Sunardi, menilai berbagai persoalan yang berkembang tidak hanya berdampak pada kualitas pelayanan kepada masyarakat. Tapi juga berpotensi mengikis kepercayaan publik terhadap institusi pemerintah.

Evaluasi

Itu dicontohkan, salah satunya mengenai perhatian utama yang oleh mereka menyangkut kebobrokan pelaksanaan program MBG. Para mahasiswa yang berdemo, meminta DPRD melakukan pendalaman dan evaluasi terhadap pelaksanaan program tersebut. Juga terhadap pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), pengadaan bahan pangan beserta sarana pendukungnya.

Para pengunjuk rasa, juga menyoroti tingginya temuan sisa makanan dalam pelaksanaan MBG. Selain itu, mengkritisi pula mengenai kualitas makanan, standar kebersihan, higienitas, serta sanitasi sarana pendukung, yang dinilai perlu mendapat perhatian serius dari pihak terkait. Termasuk mengenai penyerapan komoditas lokal.

DPRD dan Pemkab Pacitan didesak agar memastikan efektivitas pelaksanaan dan pengawasan program MBG, termasuk pengawasan terhadap kinerja Satgas Pengawasan MBG. Juga terhadap kualitas makanan, standar kebersihan, serta penanganan tingginya temuan sisa makanan pada pelaksanaan harian.

Bagian Prokopim Pemkab Pacitan, mengabarkan, para peserta aksi ditemui Sekretaris Daerah (Sekda) Pacitan, Heru Wiwoho. Ikut mendampingi Sekda, Asisten Pemerintahan dan Kesra, M Husnul Fauzi, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Yudo Tri Kuncoro, dan Koordinator Wilayah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Pacitan.

Aksi unjuk rasa berjalan tertib dan lancar, dengan mendapatkan pengawalan aparat kepolisian. Para mahasiswa yang melakukan aksi demo ini, masing-masing mengenakan jaket almamaternya masing-masing.(Bambang Pur)