blank
Kapolres AKBP Wahyu Sulistyo, Wabup Imron Rizkyarno, Bupati Setyo Sukarno bersama Dandim 0728 Letkol (Inf) Edi Ristriyono (urut dari kanan ke kiri), memantau langsung situasi perniagaan di pasar, sebagai bagian dari kegiatan melakukan patroli berskala besar demi mewujudkan situasi aman dan kondusif.(Dok.Prokopim Wonogiri)

WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Disamping mendatangi sejumlah objek vital (Obvit), patroli skala besar di Kabupaten Wonogiri, Selasa (2/9/25), juga menyambangi ke Pasar Tradisional. Yakni pasar berlantai tiga yang berlokasi di jantung Kota Wonogiri, dan menjadi pusat perniagaan terbesar masyarakat.

Patroli ini, dipimpin oleh Bupati Wonogiri Setyo Sukarno dan Wakil Bupati Imron Rizyarno, SH, bersama Dandim 0728/Wonogiri Letkol (Inf) Edi Ristriyono, Kapolres AKBP Wahyu Sulistyo beserta jajaran Forkompimda. Di pasar tradisional Kota Wonogiri, Bupati menyapa dengan ramah kepada para bakul dan berdialog singkat menanyakan tentang situasi perniagaan. Ini untuk memastikan, bahwa aktivitas masyarakat tetap dapat berlangsung sebagai lazimnya.

Bagian Prokopim Pemkab Wonogiri, mengabarkan, ratusan personel gabungan TNI, Polri, Pemerintah Daerah (Pemda), Selasa pagi (2/9/25), menggelar apel siaga di Halaman Kantor Bupati Wonogiri. Apel siaga ini, juga melibatkan aparat dari sejumlah dinas dan instansi, dari Ormas Kepemudaan seperti Kokam dan Banser serta berbagai unsur elemen masyarakat lainnya.

Kegiatan ini, dilakukan untuk menjaga stabilitas Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di wilayah Wonogiri agar tetap dalam situasi yang kondusif dan terjauhkan dari hal-hal yang tidak diinginkan. Usai apel, kemudian dilakukan patroli bersama yang melibatkan sekitar 1.400 personel. Mereka dengan mengendarai kendaraan bermotor, melakukan patroli skala besar menyusuri jalan-jalan utama Kota Wonogiri. Kegiatan ini, ditargetkan akan digelar selama 3 hari, dengan mempertimbangkan perkembangan situasi.

Bupati Wonogiri Setyo Sukarno, dalam arahannya, menyampaikan apresiasi atas peran serta masyarakat yang senantiasa terus menjaga situasi Wonogiri agar tetap kondusif. “Sinergi pemerintah, TNI, Polri, dan masyarakat, menjadi kunci dan mewujudkan situasi Wonogiri agar tetap kondusif,” tegas Bupati.

Siaga Satu

Ditambahkan oleh Bupati, kalaupun Wonogiri saat ini berada dalam situasi aman dan kondusif, itu bukan kerja satu pihak saja, melainkan hasil kebersamaan. ”Kami ingatkan agar seluruh masyarakat tetap siaga satu dalam rangka menjaga kondusifitas wilayah,” tegas Bupati Setyo Sukarno.

Dandim 0728/Wonogiri Letkol Inf. Edi Ristriyono, menekankan pentingnya rasa memiliki terhadap Wonogiri. “Wonogiri adalah rumah besar kita. Tidak ada orang lain yang akan menjaga, kecuali kita sendiri,” tegas Dandim. Mari, tambah Dandim, kita senantiasa bergotong-royong menjaga keamanan, meningkatkan siskamling, dan mewaspadai ajakan-ajakan negatif, terutama yang menyasar pada generasi muda lewat handphone.

Penegasan sama, juga disampaikan Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo. Orang pertama di jajaran kepolisian Wonogiri ini, menegaskan bahwa institusinya berkomitmen seara pilah dalam membedakan antara aspirasi dan aksi anarkis. “Penyampaian aspirasi yang jelas tujuannya akan difasilitasi. Tapi jika ada kelompok bergerak tanpa arah di waktu yang tidak wajar, itu indikasi kelompok tidak bertanggung jawab,” tegas Kapolres.

Karena itu, tambah Kapolres, pihaknya secara bersama terus melakukan patroli secara gabungan, demi menjaga Wonogiri agar tetap kondusif. Melalui apel gabungan ini, menjadi wujud kesiapan TNI, Polri, Pemda dan masyarakat, dalam menciptakan situasi Wonogiri agar tetap aman, damai dan kondusif. Langah ini, sekaligus menjadi tindakan antisipasi terhadap dinamika keamanan nasional maupun lokal.

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat semakin solid, menolak hoaks, tidak mudah terprovokasi oleh ajakan negatif untuk melakukan aksi anarkis. Ini semua penting diwujudkan, demi menjaga agar situasi Wonogiri tetap kondusif, aman, damai dan sejahtera.(Bambang Pur)