blank
Webinar Kesehatan tekankan pentingnya deteksi dini kanker payudara. Foto: Dok/PABI

SEMARANG (SUARABARU.ID) – Upaya menekan angka kematian akibat kanker payudara terus digencarkan melalui edukasi kepada tenaga medis, kesehatan dan masyarakat.

Dalam Webinar Kesehatan ber-SKP Kementerian Kesehatan bertema “Deteksi Dini dan Tatalaksana Awal Kanker Payudara” ini digelar oleh Yapindo bekerja sama dengan Palapa Learning Center dan Perhimpunan Ahli Bedah Indonesia (PABI) Cabang Pekalongan, Sabtu (30/8/2025)

Edukasi yang berlangsung secara daring ini menghadirkan tiga narasumber ahli, yaitu dr. Chandra Aquino Tambunan, Sp.B., FINACS., FICS., M.H., C.Med., dr. Wasisto Dwi Yudisaputro, M.Si.Med., Sp.B.Subsp.Onk.(K)., FINACS., FICS., serta dr. Adhi Gunawan Baskoro, Sp.An-TI.

Mereka memaparkan strategi deteksi dini kanker payudara sekaligus langkah-langkah tatalaksana awal yang sesuai dengan pedoman medis terkini.

Dalam paparannya, dr. Chandra Aquino menekankan pentingnya deteksi dini memegang peranan penting dalam meningkatkan harapan hidup pasien.

“WHO menekankan dua pendekatan utama deteksi dini, yakni melalui skrining dan diagnosis dini. Keduanya harus berjalan seiring agar kanker payudara dapat ditemukan lebih cepat dan ditangani dengan tepat,” ungkap dr. Chandra.

Sementara itu, dr. Wasisto Dwi Yudisaputro menyoroti pentingnya diagnosis dan tatalaksana yang tepat bagi pasien kanker payudara dan edukasi mengenai pentingnya periksa payudara sendiri (SADARI).

“Pemeriksaan klinis berkala adalah langkah sederhana, namun berdampak besar,” katanya.

Sedangkan dr. Adhi Gunawan Baskoro mengungkap perspektif anestesiologi dalam penanganan pasien kanker. Ia menekankan bahwa penatalaksanaan perioperatif yang baik dapat menunjang keberhasilan operasi kanker payudara dan meningkatkan kualitas hidup pasien.