blank
Pendemo menempelkan poster di pintu pagar masuk Gedung DPRD Kebumen, Sabtu 30/8.(Foto:SB/Kartiko)

KEBUMEN (SUARABARU.ID) – Demo mahasiswa dan elemen masyarakat aksi solidaritas di DPRD Kebumen Sabtu (30/8) memanas. Hingga berita ini ditulis, aksi masih berlangsung.

Semakin malam aksi pendemo solidaritas meninggalnya ojol Affan Kurniawan di DPRD Kebumen makin beringas. Bahkan pengunjuk rasa mulai bertindak anarkis dan merengsek masuk melempari Gedung DPRD. Aksi itu akhirnya dipukul mundur aparat keamanan Polres dan Kodim 0709.

Disayangkan pula anggota DPRD Kebumen tak mau menemui pendemo. Dalam video amatir yang beredar, sejumlah wakil rakyat malah ngacir dan kabur meninggalkan DPRD lewat pintu belakang.

Aksi mahasiswa mulai Sabtu (30/8) sekitar Pukul 13.00. Awalnya elemen mahasiswa berkumpul di depan Islamic Center dan mendatangi Polres Kebumen di Jalan Tentara Pelajar. Setelah berorasi, mahasiswa dan elemen masyarakat menuju DPRD Kebumen di selatan Alun-alun.

blank
Situasi demo di depan DPRD Kebumen Sabtu 30/8 awalnya kondusif.(Foto:SB/Kartiko)

Demo mahasiswa dan elemen warga semakin bertambah. Hingga petang aksi masih berlangsung. Semula massa datang berorasi dan membentangkan poster solidaritas meninggalnya ojol terlindas mobil Rintis Brimop Polda Metro. Ada juga spanduk turunkan pajak dan makzulkan Gibran.

Semakin petang, aksi pendemo merengsek masuk ke DPRD dan melempari ruangan. Petugas Polres terpaksa mengeluarkan gas air mata melalui mobil water cannon yang telah disiagakan.

Pengamanan di Polres Kebumen dan Gedung DPRD dilakukan Polres didukung aparat Kodim 0709 Kebumen. Awalnya aksi solidaritas di DPRD Kebumen atas tewasnya Affan Kurniawan, ojol yang terlindas mobil Rintis Brimob di Jakarta itu kondusif.

Namun semakin sore massa terus bertambah. Apalagi massa bukan hanya aliansi mahasiswa, namun sejumlah aktivis bergabung. Orasi digelar di depan pintu pagar Gedung DPRD Kebumen. Menurut Sekretaris DPRD Kebumen Munadi, aksi demo semakin petang justru kian memanas dan brutal.

Sementara itu praktisi hukum yang juga Sekjen Ikatan Penasihat Hukum Indonesia Cabang Kebumen R Kartiko Nur Rahmanto sangat menyayangkan sikap anggota DPRD Kebumen yang tidak mau menemui massa. Padahal seandainya mereka bersedia menerima dan duduk bersama, situasi akan lebih terkendali.

“Saya sangat menyayangkan anggota DPRD yang tidak bersedia menemui massa. Jika memang tak sanggup menjadi wakil rakyat, lebih terhormat mengundurkan diri saja, karena salah satu tugas DPRD memang menyerap  aspirasi warga,”tandas Kartiko.

Sehubungan aksi di DPRD yang memanas dan tak kondusif, Pemkab Kebumen dan Forkompimda kini resmi membatalkan acara punutupan Kebumen Fest 2025 dan konser musik di Alun-alun Kebumen pada Sabtu (30/8) malam ini.

Komper Wardopo