GROBOGAN (SUARABARU.ID)– Bupati Grobogan, Setyo Hadi, resmi membuka event ‘Grobogan Expo 2025’, sebuah kegiatan yang juga untuk memeriahkan HUT Ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Acara ini berlangsung Kamis-Minggu (28-31/8/2025), di Jalan Gatot Subroto, tepatnya depan Pendopo Kabupaten Grobogan. Dalam sambutannya, Setyo Hadi menegaskan, kegiatan ini menjadi sarana penting untuk mendukung UMKM lokal, agar lebih berkembang.
”Kami ingin Grobogan Expo 2025 tidak sekadar pameran, tetapi juga momentum kebangkitan ekonomi masyarakat,” tegasnya.
BACA JUGA: UKSW Raih Peringkat Tiga Kampus Swasta Paling Berprestasi di Indonesia
Penyelenggaraan Grobogan Expo 2025 yang digelar Disperindag Grobogan ini, mengusung tema ‘Bangga Produk Lokal Grobogan’, yang selaras dengan semangat HUT RI dengan tajuk ‘Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju’.
Sebanyak 45 stan pameran disiapkan, terbagi dari instansi OPD, UMKM, IKM, hingga pelaku usaha berbagai kluster. Produk yang dipamerkan mencakup furniture, handycraft, batik, makanan olahan, pande besi, hingga otomotif.
Salah satu acara yang paling ditunggu adalah, peluncuran empat motif baru Batik Grobogan. Motif itu meliputi Geni Bledug Edipeni, Tugu Simpang Bersemi, Lunggung Legansri, dan Gandri Wilis Kumitir.
BACA JUGA: Pesantren Bisa Jadi Pelopor Cetak Generasi Cerdas dan Sehat Lahir Batin
Tak hanya itu, pengunjung juga menikmati Festival Jajan Pasar Tradisional. Sebanyak 1.000 jajanan khas disajikan dalam bentuk gunungan, dan dibagikan gratis kepada masyarakat.
Kemeriahan semakin terasa dengan digelarnya fashion show batik, yang diikuti Bupati, Wakil Bupati, Forkopimda, OPD, hingga Camat.
Parade foto dari penampilan pejabat daerah di karpet merah pun, menjadi momen yang ditunggu-tunggu masyarakat.
BACA JUGA: Jejak Pertama di UKSW: Kisah Mahasiswa Baru dari Madagaskar, Ghana dan Nusantara di OMB 2025

Bupati Setyo Hadi tampil bersama sang istri, menampilkan kebolehannya di atas panggung dengan kostum batik teranyar, yang baru saja di-launching dalam pembukaan Grobogan Expo 2025 ini.
Sementara Wakil Bupati Grobogan, Sugeng Prasetyo, juga turut berlenggak-lenggok bersama istrinya di depan penonton.
Selain itu, lomba fashion show batik antarinstansi digelar, untuk memperkuat kecintaan masyarakat terhadap produk lokal. Acara ini berhasil menarik antusiasme tinggi dari peserta maupun penonton.
BACA JUGA: Kontingen LTUB Kota Magelang Siap Berlaga di Tingkat Nasional
Disperindag juga menghadirkan Wartek Inflasi, sebagai bentuk operasi pasar. Stan ini menyediakan beras sebanyak 1 ton, minyak goreng 360 liter, dan gula 96 kilogram, dengan harga terjangkau.
”Disperindag Grobogan memastikan kebutuhan masyarakat tetap terjaga, melalui operasi pasar. Komoditas yang dijual meliputi beras 1 ton, minyak goreng 360 liter, serta gula 96 kilogram,” jelas Kepala Disperindag Grobogan, Pradana Setyawan.
Terlihat banyak warga memenuhi stan Disperindag, untuk mendapatkan beras dengan harga Rp 57.500 per 5 kilogram. Dalam waktu kurang lebih tiga jam usai pembukaan expo, beras 1 ton yang disiapkan, habis terjual.
BACA JUGA: Di Tangan Insan Bhayangkara, Borgol Dapat Difungsikan Ganda
Selain pameran, pengunjung juga mendapat kesempatan mengikuti pelatihan membatik dan e-commerce. Program ini bertujuan meningkatkan keterampilan UMKM, agar mampu bersaing di pasar digital.
Rangkaian expo semakin semarak dengan adanya parade seni, lomba rakyat, serta hiburan masyarakat, yang berlangsung selama penyelenggaraan acara.
Melalui Grobogan Expo 2025, Pemkab Grobogan ingin meneguhkan komitmen dalam memperkuat branding produk lokal, sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas.
Tya Widya













