WONOSOBO (SUARABARU.ID)-Anggota Komisi II DPR RI Aziz Subekti mengatakan penguatan kelembagaan Bawaslu adalah upaya untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas lembaga pengawas pemilu di Indonesia.
“Penguatan kelembagaan Bawaslu bertujuan untuk meningkatkan efektivitas pengawasan pemilu dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap proses demokrasi,” ujarnya.
Wakil Rakyat dari Partai Gerindra tersebut mengatakan hal itu, saat menjadi keynote speaker pada acara “Penguatan Kelembagaan Bawaslu Kabupaten Wonosobo bersama Komisi II DPR RI”, di Front One Harvest Hotel Wonosobo, Jawa Tengah, Sabtu (23/8/2025).
Hadir dalam kesempatan tersebut, Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat, anggota Bawaslu Provinsi Jawa Tengah Diana Ariyanti, Ketua KPU setempat Ruly Nugroho dan Ketua Bawaslu Wonosobo, Sarwanto Priadhi.
Dalam waktu yang sama, Bawaslu Wonosobo juga melaunching buku berjudul “Sang Pengawas, Perjalanan Pengawas Pemilihan Serantau 2025”, karya Bawaslu Kabupaten Wonosobo. Buku tersebut berisi laporan dan kisah perjalanan pengawas Pemilu Legislatif (Pileg), Pemilu Presiden(Pilpres) dan Permilihan Kepala Daerah (Pilkada) pada tahun 2024 lalu.
Bawaslu, sebut Aziz, telah melakukan beberapa kegiatan penguatan kelembagaan, seperti rapat persiapan pelaksanaan penguatan kelembagaan Bawaslu Provinsi dan Kabupaten/Kota, serta diskusi Komisi II DPR RI dan akademisi.
Raih Penghargaan

“Penguatan kelembagaan Bawaslu fokus pada penyesuaian agenda, teknis pelaksanaan, serta komunikasi dengan anggota Komisi II DPR RI terkait pemilihan narasumber dan peserta kegiatan,” tegas anggota DPR RI asal Selomerto Wonosobo Jawa Tengah itu.
Penguatan kelembagaan Bawaslu juga membahas dampak Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 135/PUU-XXII/2024 yang memisahkan penyelenggaraan Pemilu Nasional dan Pemilu Lokal.
“Penguatan kelembagaan Bawaslu diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan kapabilitas lembaga pengawas pemilu dalam mengawal demokrasi di Indonesia yang lebih baik dan berkualitas,” katanya.
Sementara itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Wonosobo Sarwanto Priadhi mengatakan Wonosobo masuk 18 daerah dengan indek kerawanan pemilu tertinggi di seluruh Indonesia. Namun dengan berbagai upaya yang dilakukan, Pileg, Pilpres dan Pilkada bisa berlangsung aman, damai dan sukses tanpa ekses.
“Ini artinya bahwa pelaku demokrasi di daerah sudah lebih dewasa. Bawaslu Wonosobo juga telah melakukan Bawaslu Go To Kampus, Bawaslu Sahabat Pelajar dan Ngaji Demokrasi di beberapa pondok pesantren. Upaya tersebut ternyata telah membawa yang hasil positif,” tegasnya.
Bawaslu Wonosobo, lanjut Sarwanto, telah meraih penghargaan sebagai pengawas pemilu terbaik dari sisi pencegahan pelanggaran pemilu, badan publik terbaik dari Komisi Informasi Publik (KIP) Jateng dan 5 Bawaslu dengan jumlah pemberitaan terbanyak.
Muharno Zarka













