SEMARANG (SUARABARU.ID)– Bidang Pembinaan Prestasi Federasi Karate-do Indonesia (Binpres Forki) Jawa Tengah, kini makin masif dalam upaya menerjemahkan program kerja yang telah diinstruksikan Ketua Umum Pengprov Forki Jateng, Bambang Raya Saputra, sesuai dengan keputusan rapat pleno pengurus periode 2024-2028.
Dalam periode kedua kepemimpinannya, Bambang telah menempatkan program Binpres sebagai fokus utamanya. Hal itu dilakukan, setelah pada periode empat tahun sebelumnya, pengurus konsentrasi dalam program tata kelola organisasi.
”Semua elemen Binpres, mulai dari atlet, pelatih maupun wasit-juri, harus mendapatkan proses pembinaan secara terencana dan terukur. Untuk pembinaan karateka, sudah ada database atlet yang menjadian acuan dalam setiap langkah tim Jateng,” kata dia belum lama ini.
BACA JUGA: Bank Jateng Dukung Penuh Pendirian 167 Koperasi Desa Merah Putih di Sukoharjo
Sementara di bidang perwasitan, penataran telah digelar Februari lalu, bersamaan dengan pelaksanaan Kejurprov Forki Piala Bambang Raya, di GOR Satria Purwokerto, dengan mendatangkan instruktur Dewan Wasit PB Forki, Arif Nugraha.
Kemudian dalam waktu dekat, Forki Jateng menggelar penataran pelatih tingkat pratama, yang berlangsung pada Jumat-Minggu (22-24/8/2025), di Hotel Grasia Jalan S Parman Semarang.
Terkait dengan penataran pelatih ini, Forki Jateng mendatangkan akademisi bidang olahraga dari Unwahas, UNS, Unimus, Unnes maupun praktisi dari PB Forki sebagai narasumber atau pemateri.
BACA JUGA: Bank Jateng Dukung Penuh Pendirian 167 Koperasi Desa Merah Putih di Sukoharjo
Dengan biaya Rp 1.200.000 untuk setiap peserta, akan ada banyak sekali materi yang diberikan dalam penataran nanti. Mulai dari materi Longterm Athlete Development, yakni pelatihan dengan pendekatan sport science. Lalu ada pula materi dasar-dasar kepelatihan, gizi olahraga, psikologi olahraga, tes dan pengukuran kemampuan atlet.
Dalam penataran yang berlangsung selama tiga hari itu, akan diisi pula materi tentang periodisasi latihan dan pembinaan fisik, pencegahan cedera, teori dan praktik pelatihan Kata dan Kumite. Dengan berbagai materi itu, pada akhirnya para pelatih Jateng ini tentu dibekali dengan materi penyusunan program kepelatihan.
Pelaksanaan penataran pelatih ini, juga berkaitan dengan digelarnya Babak Kualifikasi (Pra) Porprov Jateng, pada awal September nanti. Karena itu, Pengrov Forki mewajibkan setiap Pengcab Forki mengirimkan dua pelatih, sehingga nantinya mereka bisa mendampingi atletnya di Pra Porprov.
BACA JUGA: Warga Kesal, Progres Proyek Jalan Kudus–Purwodadi Berjalan Lamban
Bambang Raya juga mengingatkan, dalam periode kepengurusan ini pentingnya melakukan kerja sama dengan perguruan karate. Karena, pada dasarnya perguruan karatelah yang memiliki atlet, wasit-juri maupun pelatih.
”Jateng kali ini untuk sektor perwasitan diakui PB Forki sudah melakukan proses pembinaan dengan baik, walaupun belum sempurna. Sementara di bidang kepelatihan, saat ini seorang pelatih Jateng, Angga Firman, juga bergabung dalam tim pelatih Nasional di Pelatnas SEA Games, yang berlangsung di Bali,” ungkapnya.
Kemudian untuk atlet, tiga karateka Jateng telah bergabung di Pelatnas, Deterina Sabda Nugraha, Agyvan Rizky Pradana, dan Christopher Edbert. Ketiganya yang semakin “utuh” dalam nomor Kata Beregu itu, selepas merebut medali emas PON Aceh-Sumut, terus berkibar di sejumlah event, termasuk di arena internasional.
Belum lama ini, tim Kata Beregu Jateng mampu mertebut medali perak, di kejuaraan karate Asia Tenggara, South East Asian Karate Federation Championship. Bahkan Christopher merebut dua medali emas dari nomor Kata Perorangan Putra U21, dan Kata Perorangan Putra Senior.
Riyan













