blank
Sebagian pegawai BKKBN berfoto di depan poster film "Panggil Aku Ayah" sebelum memasuki ruang teater. Foto: R. Widiyartono

SEMARANG (SUARABARU.ID) – Komunitas Ayah pegawai Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN (Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga) Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional Jawa Tengah nonton bareng film “Panggil Aku Ayah” di teater XXI mal Paragon Semarang, Jumat 15 Agustus 2025.

Tidak hanya pegawai laki-laki saja, tetapi juga para pegawai Perempuan termasuk Kepala Perwakilan BKKBN Jateng Eka Sulistia Ediningsih juga bergabung, termasuk komunitas Gardu Perak (Perakan Pria Peduli Perempuan dan Anak), Duta Genre , dan Ikatan Penulis Keluarga Berencana Jateng.

Hampir semua yang nonton bareng ini tak kuasa menahan harus, bahwa banyak yang menahan air matanya agar tidak jatuh. Bahkan sebelum masuk ruang teater, ada yang mengingatkan, “Jangan lupa bawa sapu tangan atau tisu untuk menghapus air mata”.

Film “Panggil Aku Ayah” adalah adaptasi film Korea berjudul Pawn yang rilis tahun 2020. Film Garapan sutradara Benni Setiawan ini diadaptasi dengan sentuhan lokal Indonesia dengan seting di Jawa Barat (Sunda).

Diawali dengan kisah dua penagih utang Dedi (Ringgo Agus Rahman) dan Tatang (Boris Bokir) yang menagih utang pada seorang ibu bernama Rosa (Sita Nursanti). Karena Rosa tidak punya uang, maka Intan (Myesha Lin), anaknya yang masih kecil diambil sebagai jaminan. Sementara Intan dewasa diperankan Tissa Biani.

Kedua penagih utang ini akhirnya kerepotan karena harus merawat anak kecil, bahkan disemprot pula oleh bos penagih utang. Tetapi Tatang yang punya ide untuk menyandera Intan, yang kemudian dipanggil Pacil, bisa memanfaatkannya untuk menagih utang.

Setiap rang yang ditagih akan diancam anaknya dibawa, dan diperlakukan seperti Pacil. Pacil pun diajak bersandiwara bahwa dia selalu disika tidak diberi makan, dan sebagainya. Akibatnya si pengutang memilih membayar daripada anaknya dibawa pergi.

Pacil yang mulanya banyak menentang dan melawan Dedi dan Tatang, dan selalu merengek untuk bertemu ibunya, akhirnya melunak. Begitu pula Dedi yang semula keras menjadi lembut, demikian pula Tatang.

blank
Ringgo Agus rahman dan Tika Biani dalam film ‘Panggil Aku Ayah’. Foto: msn

Mereka pun menjadi sebuah “keluarga” yang hangat hingga akhirnya keduanya memilih berhenti sebagai penagih utang, dan membangun usaha untuk merawat dan menyekolahkan si Pacil, hingga akhirnya menjadi dokter.

Ketika Pacil sudah menjadi dokter, Dedi menerima kabar bahwa Rosa dalam keadaan sakit setelah pulang sebagai TKI illegal. Dedi pun menengok, dan mendapatkan amanah untuk menemui seseorang yaitu ayah kandung Intan.

Intan yang bertemu ibunya terasa canggung, karena menganggap si ibu meninggalkannya. Tetapi setelah mendapat penjelasan dari Perempuan yang menemukan Rosa, si Intan memahami, dan berjanji akan merawat ibunya. Sayang si ibu yang sakit itu akhirnya meninggal.

Dia Bukan Ayahku

Dedi pun menghubungi seorang lelaki seperti amanah Rosa, kemudian mengantar Intan menemui lelaki yang merupakan ayahnya itu. Dedi pun meninggalkan Intan bersama ayahnya.