blank
Rapat Kerja memperkuat sinergi antara SKK Migas, Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), serta pemerintah daerah. Foto: Humas

SEMARANG (SUARABARU.ID) – Suasana hangat terasa sejak pagi di Ballroom Hotel Tentrem, Semarang, dimana para pemangku kepentingan dari sektor hulu minyak dan gas bumi (migas) berkumpul dalam satu ruang, menyatukan tekad, pikiran, dan semangat untuk mewujudkan swasembada energi nasional.

Bertajuk “Kolaborasi Industri Hulu Migas Bersama Stakeholder Daerah Menuju Swasembada Energi”, Rapat Kerja Stakeholder Daerah Klaster Barat dan Tengah tahun 2025 yang digelar oleh SKK Migas Jabanusa dan KKKS menjadi ruang temu dan dialog lintas sektor yang penuh harapan.

Rapat kerja ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan momen penting untuk memperkuat sinergi antara SKK Migas, Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), serta pemerintah daerah.

blank
Foto bersama dalam rapat kerja memperkuat sinergi antara SKK Migas, Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), serta pemerintah daerah. Foto: Humas

Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan SKK Migas Jabanusa, Anggono Mahendrawan, menekankan pentingnya membangun kesamaan visi dan pola pikir antar pemangku kepentingan dalam menghadapi berbagai tantangan sektor hulu migas, khususnya terkait isu pertanahan dan program pemberdayaan masyarakat.

“Kita hadir di sini bukan hanya untuk menyusun program kerja, tapi juga menyatukan langkah dan hati dalam membangun energi bangsa dari bawah – dari desa-desa tempat kita beroperasi,” ujar Anggono dalam keynote speech-nya, Kamis (14/8/2025).

Para peserta dari berbagai instansi tampak antusias mengikuti jalannya rapat kerja yang penuh dengan sesi penting dan diskusi mendalam.

Diskusi berlanjut ke dua topik utama yang menjadi sorotan tahun ini, Program Pengembangan Masyarakat (PPM) dan pengadaan serta sertifikasi tanah dalam industri migas.

Pada sesi pertama, Roy Widiartha, Kepala Kelompok Kerja Pengembangan Masyarakat SKK Migas, memaparkan Grand Design PPM hingga tahun 2030. Strategi pelibatan masyarakat dan roadmap yang terstruktur menjadi fondasi utama dalam menjawab tantangan sosial di wilayah operasi.