WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Wonogiri, merupakan kabupaten/kota pertama di Provinsi Jawa Tengah, yang telah 100 persen berhasil membentuk 294 Desa dan Kelurahan Tangguh Bencana (Destana). Giliran sekarang, Wonogiri menggagas pembentukan Kecamatan Tangguh Bencana (Kencana) di 25 kecamatan se Kabupaten Wonogiri.
Bagian Prokopim Pemkab Wonogiri, mengabarkan, hal itu terungkap dalam kegiatan silaturahmi dan latihan bersama para relawan penanggulangan bencana. Acara yang diikuti 1.100 orang relawan siaga bencana ini, digelar di Gedung Olahraga (GOR) Giri Mandala, Wonogiri. Acara ini dipimpin Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonogiri, Fuad Wahyu Pratama.
Ikut hadir dalam kegiatan yang digelar secara massal ini, Bupati Setyo Sukarno bersama jajaran Forkompimda, Sekda FX Pranata, Asisten Sekda Teguh Setiyono bersama para pejabat terkait dan seluruh camat. Ikut hadir pula para personel dari Polres Wonogiri dan prajurit TNI AD dari Kodim 0728, para relawan dari Search And Recue (SAR) Wonogiri serta relawan siaga bencana dari lintas komunitas. Juga melibatkan Tim Medis dari RSUD Dokter Soediran Mangun Sumarso dan relawan dari Palang Merah Indonesia (PMI) Wonogiri.
Acara silaturahmi dan latihan bersama ini, mengambil momentum untuk sekaligus menyambut pringatan genap 10 windu atau Ke-80 Dirgahayu Republik Indonesia (RI) Tahun 2025. Latihan bersama digelar dalam upaya meningkatkan kemampuan dan kesiapsiagaan seluruh relawan. Bersama para pihak terkait dan masyarakat, para relawan siaga bencana senantiasa siap dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana.
Sebab, yang namanya bencana dapat terjadi kapan saja dan dimanapun tempatnya. Yang untuk mengantisipasinya, diperlukan kesiapsiagaan. Disebutkan oleh Kepala BPBD Wonogiri, Fuad. selama Tahun 2024 di Wonogiri telah terjadi sebanyak 134 bencana tanah longsor, 16 kali banjir, 61 kali angin kencang dan 27 musibah kebakaran.
Bupati Wonogiri Setyo Sukarno, menyampaikan harapan agar silaturahmi dan latihan bersama ini, menjadi sarana untuk menyatukan seluruh elemen dan unsur masyarakat, yang mempunyai niat luhur dan Ikhlas, dalam turut serta memberikan kepedulian dan sumbangsih dalam penanggulangan bencana di Wonogiri. “Koordinasi yang telah terjalin baik selama ini, harus diimbangi dengan peningkatan kemampuan para relawannya,” kata Bupati.
Respons Cepat
Kepada para Camat, Bupati, meminta segera membentuk Kecamatan Tangguh Bencana (Kencana), untuk memperkuat koordinasi dan respons cepat di wilayah masing-masing. “Setelah ada 294 Destana, kita akan bentuk 25 Kencana di seluruh Kecamatan,” tegas Bupati. Harapan kami, tambah Bupati, Destana dan Kencana akan menjadi garda terdepan dalam melakukan identifikasi resiko bencana dan menyusun rencana kesiapsiagaan mandiri dalam menggerakkan partisipasi masyarakat.
Kata Bupati, prinsip penanggulangan bencana, kini berubah dari sekadar tanggap darurat menjadi pendekatan proaktif yang mencakup pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan, hingga pemulihan. Menurutnya, kolaborasi pentahelix pemerintah, masyarakat, akademisi, dunia usaha dan media, menjadi kunci agar Wonogiri siap menghadapi berbagai ancaman bencana. “Hadirnya semua pihak, akan memastikan Wonogiri mampu pulih dari dampak bencana secara lebih efektif,” tegas Bupati.
Bersamaan dengan pelatihan bersama tersebut, disajikan pameran peralatan penanggulangan bencana dari BPBD dan dari SAR. Juga dilakukan simulasi vertical rescue penyelematan dan pertolongan korban pilot paralayang yang tersangkut di pucuk pohon. Berikut pelatihan pemadaman kebakaran, edukasi penangkapan ular, ngundhuh tawon ( mengevakuasi lebah) dan satwa liar.
Kepala Pelaksana BPBD Wonogiri Fuad Wahyu Pratama, menyatakan, Wonogiri termasuk dalam kelas resiko bencana sedang dengan index ketahanan daerah 0,75. Sedang indeks resiko bencana 86,79, ini juga masuk dalam kategori sedang.
Kondisi ini menggambarkan masing-masing bencana berdampak pada kerugian pada masyarakat. Sehingga perlu peningkatan kapasitas masyarakat bersama para relawan, dalam melakukan penanggulangan bencana untuk meminimalkan kerugian yang mungkin terjadi.(Bambang Pur)













