blank
Aksi demonstrasi yang terjadi di Pati berlangsung hingga terjadi hal yang anarkis. Foto: tangkap layar media sosial.

PATI (SUARABARU.ID) – Aksi demonstrasi besar-besaran meletus di depan Pendopo Kabupaten, Rabu (13/8/2025).

Ribuan massa turun ke jalan memprotes kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB P2) hingga 250 persen.

Meski kebijakan tersebut akhirnya dihapus. Kehadiran massa juga dipicu pernyataan Bupati Pati yang mempersilakan 50 ribu orang untuk berdemonstrasi beberapa waktu lalu.

BACA JUGA : Pemkab Blora Ajukan Izin 4.000 Titik Sumur Minyak Tua ke Gubernur Jateng

Situasi memanas ketika massa melakukan aksi lempar-lemparan gelas air mineral hingga perusakan fasilitas umum.

Kondisi semakin kacau hingga aparat menembakkan gas air mata dan mengerahkan mobil water cannon untuk membubarkan massa.

Akibat tembakan gas air mata itu, seorang wartawan bernama Lilik Yuliantoro, asal Blora, dilaporkan mengalami sesak napas.

Lilik yang bertugas meliput aksi tersebut langsung dibawa ke RSUD dr Soewondo untuk mendapatkan perawatan intensif.

“Saat aparat membubarkan massa, saya terkena tembakan gas air mata. Kejadiannya saat saya fokus meliput jalannya demonstrasi,” ungkap Lilik, yang juga anggota PWI Blora, saat dikonfirmasi wartawan.

Isu yang menyebutkan adanya wartawan meninggal akibat insiden ini dibantah. Lilik masih dirawat di bangsal RSUD dr Soewondo dan berharap kondisinya segera membaik.

“Saya masih dirawat di rumah sakit. Mohon doa agar saya lekas sembuh,” ujarnya.

BACA JUGA : LKD PC Fatayat NU Wonosobo : “Demi Organisasi Kami Rela Berkorban!”

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Pati, Luky Pratugas Narimo merilis total korban yang terdata dari dua rumah sakit dan Puskesmas yang terkoordinasi ada 57 orang.

“Korban luka ringan maupun luka berat sampai saat ini pukul 15.11 WIB adalah 57 orang dan tidak ada korban meninggal dunia. Jadi semua korban dalam kondisi aman, terkendali dan sekali lagi 57 orang itu. Nanti kita akan terus update,” kata Luky.

Ia berharap masyarakat tidak percaya begitu saja dengan informasi yang belum jelas kebenarannya. Baik itu, lewat media sosial dan sebagainya. Diharapkan masyarakat dapat menanti update langsung dari Dinas Kesehatan Pati.

TYA WIDYA