blank
Wakil Ketua DPRD Kudus Fraksi Partai Golkar H Anis Hidayat. Foto:dok

KUDUS (SUARABARU.ID) – Pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Kudus hingga kini masih menunggu penetapan jadwal dari DPD Partai Golkar Jawa Tengah. Proses persiapan, termasuk pembentukan panitia di DPD II Kudus, belum resmi dimulai.

Anis Hidayat, pengurus DPD Golkar Kudus sekaligus Wakil Ketua DPRD Kudus, menyampaikan bahwa tahapan persiapan baru akan dilakukan setelah DPD II menggelar rapat internal. Rapat tersebut akan membahas pembentukan panitia khusus serta pembagian tugas untuk mengawal agenda lima tahunan itu.

“Belum ada rapat di DPD II Kudus, jadi persiapannya masih menunggu. Langkah awalnya adalah membentuk panitia sebelum masuk ke tahapan rapat berikutnya,” ujarnya.

Mengenai kandidat calon ketua DPD II Golkar Kudus, Anis menegaskan bahwa pendaftaran resmi belum dibuka. Penjaringan bakal calon akan dimulai setelah panitia terbentuk dan jadwal musda diputuskan.

“Sampai sekarang belum ada nama yang mendaftar. Mekanisme resminya akan diumumkan setelah panitia dan jadwal musda ditetapkan,” jelasnya.

Ia menambahkan, penentuan jadwal Musda merupakan kewenangan penuh DPD I Partai Golkar Jawa Tengah. Meskipun DPD I menargetkan seluruh musda kabupaten/kota rampung sebelum akhir Desember tahun ini, pelaksanaannya tetap disesuaikan dengan kesiapan tiap daerah.

“DPD II Kudus akan mengusulkan jadwal terlebih dahulu, kemudian DPD I yang memutuskan secara resmi,” imbuhnya.

Sejauh ini, DPD II Kudus belum mengirimkan usulan jadwal kepada DPD I. Artinya, proses resmi persiapan musda masih menunggu keputusan internal di tingkat kabupaten.

Musda Partai Golkar menjadi ajang penting untuk menyusun program kerja, mengevaluasi kinerja organisasi, dan memilih kepengurusan baru di tingkat daerah. Selain itu, forum ini juga berperan sebagai sarana konsolidasi kader menghadapi agenda politik mendatang, seperti pilkada dan pemilu legislatif.

Meski jadwal belum ditetapkan, beberapa kader Golkar Kudus dikabarkan mulai melakukan komunikasi politik secara informal. Namun, seluruh tahapan tetap akan mengikuti mekanisme partai yang berlaku.

“Begitu ada jadwal dari DPD I, proses akan berjalan sesuai aturan. Harapannya, musda nanti bisa berlangsung tertib, demokratis, dan melahirkan kepemimpinan yang solid,” pungkasnya.

Ali Bustomi