KUDUS (SUARABARU.ID) – Puluhan anggota Perjuangan Walisongo Indonesia Laskar Sabilillah (PWI-LS) Kudus menggelar aksi protes menuntut pengusutan dugaan perusakan nisan Makam Sunan Muria, Minggu (10/8/2025).
Sekitar 80 peserta aksi memasang spanduk protes di sejumlah titik strategis di Kabupaten Kudus, dimulai dari kawasan Masjid Agung Kudus. Salah satu spanduk bertuliskan, “Habib Yahudi Kembalikan Nisan Sunan Muria dan Sejarah Sunan Muria Seperti Semula”.
Tidak hanya itu, massa juga membentangkan spanduk di pintu Jalan Habib Jakfar yang berada di samping Masjid Agung. Spanduk tersebut memuat pernyataan bahwa penamaan jalan tersebut melanggar Perda Nomor 13 Tahun 2020 serta dua Keputusan Bupati Kudus terkait penataan nama jalan.
Jalan Habib Jakfar sebelumnya bernama Jalan Masjid Agung. Perubahan nama dilakukan oleh Bupati Kudus saat itu yakni Hartopo sekitar setahun setelah wafatnya Habib Jakfar.
Baca juga:
PWI-LS Kudus Desak Bangunan Makam Habib Ja’far Dibongkar, Sebut Langgar Aturan Desa
Usai aksi di Alun-alun Kudus, rombongan bergerak ke kawasan wisata religi Makam Sunan Muria di Desa Colo, Kecamatan Dawe. Di lokasi tersebut, spanduk serupa dipasang di pintu masuk portal dan area Pangkalan Ojek Sunan Muria.
Koordinator aksi, Kunarto Marzuki, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan desakan kepada Polres Kudus agar segera menindaklanjuti laporan dugaan perusakan nisan makam Sunan Muria.
“Kami melapor ke Polres Kudus sejak 5 Mei 2025. Nisan asli yang merupakan benda cagar budaya kini sudah hilang, diganti dengan nisan baru. Ini bukan sekadar penggantian, tapi upaya pembelokan sejarah perjuangan Walisongo,” ujarnya.
Menurut Kunarto, pihaknya telah menyerahkan bukti-bukti, termasuk keterangan dari Balai Arkeologi dan Balai Pelestari Cagar Budaya.
PWI-LS Kudus uga sempat membuat heboh dengan mendesak pembongkaran makam Habib Jakfar yang berada di pemakaman umum Desa Ploso, Kecamatan Jati. Desakan tersebut lantaran bangunan tersebut melanggar Peraturan Desa Ploso yang melarang adanya pengkijingan di lokasi makam tersebut.
PWI-LS selama ini dikenal aktif menyuarakan isu terkait Baalawi atau Habib, dan menolak klaim bahwa Habib adalah keturunan Nabi Muhammad SAW.
Sebelumnya, organisasi ini juga terlibat ketegangan dengan massa pendukung Habib saat pengajian Habib Rizieq di Pemalang.
Ali Bustomi













