blank
Nestlé Indonesia meyakini, setiap anak berhak mendapatkan awal kehidupan yang sehat. Foto: dok/ist

PASURUAN (SUARABARU.ID)– Corporate Affairs & Sustainability Director PT Nestlé Indonesia, Sufintri Rahayu mengatakan, sebagai perusahaan Good Food, Good Life, Nestlé Indonesia berkomitmen untuk terus memanfaatkan potensi makanan, guna meningkatkan kualitas hidup setiap individu.

Menurut dia, Nestlé Indonesia meyakini setiap anak berhak mendapatkan awal kehidupan yang sehat. Melalui program Pendampingan Gizi, pihaknya berupaya memberikan kontribusi nyata, dalam mencegah risiko stunting di Indonesia, khususnya pada kelompok anak usia dini.

”Program ini dirancang secara holistik, tidak hanya melalui pemberian makanan tambahan berbasis protein hewani, seperti susu dan telur, tetapi juga edukasi dan pendampingan gizi kepada keluarga dan kader,” kata Sufintri dalam keterangan tertulisnya, Kamis (7/8/2025).

BACA JUGA: Sebanyak 1,1 Ton Beras Disalurkan untuk Stabilkan Harga di Kudus

Disampaikan juga, dengan intervensi sejak dini, pihaknya ingin memberikan anak-anak kesempatan tumbuh optimal secara fisik dan kognitif. ”Kami percaya, membantu generasi mendatang untuk membangun pola hidup yang lebih sehat, akan berkontribusi dalam pembentukan generasi yang berkualitas,” jelasnya.

Tahun ini, program Pendampingan Gizi yang difokuskan pada intervensi dan edukasi gizi anak usia dini, akan dilaksanakan secara bertahap di tiga wilayah. Mulai dari Pasuruan (Jawa Timur), kemudian dilanjutkan ke Batang (Jawa Tengah) dan Karawang (Jawa Barat).

Program ini dijalankan melalui pendekatan kolaborasi lintas sektor, yang melibatkan pemerintah daerah, tenaga kesehatan, akademisi, serta kader dan komunitas lokal. Hal ini dilakukan, guna memastikan intervensi gizi yang lebih komprehensif dan berkelanjutan.

BACA JUGA: Tingkatkan Kekompakan, Mohammad Saleh Ikut Tenis Porseni IPeKB Jateng

Kali ini, peresmian program Pendampingan Gizi yang berlangsung di Kantor Bupati Pasuruan, mendapat sambutan positif dari pemerintah daerah. Bupati Kabupaten Pasuruan, H Mochamad Rusdi Sutejo SM, menyampaikan apresiasinya atas kerja sama lintas sektor dalam menurunkan angka stunting,

”Upaya penurunan stunting merupakan tanggung jawab bersama. Mulai dari pemerintah, dunia usaha, hingga keluarga. Kami mengapresiasi kepedulian PT Nestlé Indonesia, yang terus bersinergi mendukung kami dalam percepatan penurunan stunting,” terang bupati.

Ditambahkan dia, pihaknya berharap program ini bisa terus berkembang dan menjangkau lebih banyak anak-anak yang membutuhkan intervensi gizi.

BACA JUGA: Bupati Luncurkan Kebumen Fest 2025, Animo Peserta Tinggi

Sementara itu, Market Nutritionist Lead PT Nestlé Indonesia, Jennifer Handaja menjelaskan, tahun ini, program Pendampingan Gizi fokus pada intervensi dan edukasi gizi anak usia dini.

Program ini bertujuan, untuk menjangkau lebih dari 630 anak berisiko stunting, dengan melibatkan 1.350 orang tua, kader kesehatan, serta ibu hamil dan menyusui, di lebih dari 95 desa.

”Kami melakukan pendekatan kolaboratif, yang melibatkan pemerintah daerah, tenaga kesehatan, akademisi, serta kader dan komunitas lokal. Selain itu, kami bekerja sama dengan tim ahli dari Universitas IPB, untuk melakukan pemantauan tumbuh kembang secara rutin setiap bulan,” ungkap Jennifer.

BACA JUGA: Tanam Jagung di Lahan Pasang Surut, Dukung Swasembada Pangan Nasional

Sejalan dengan inisiatif global Nestlé untuk mendukung 50 juta anak hidup lebih sehat pada 2030, Nestlé Indonesia terus berkontribusi secara berkelanjutan, melalui peningkatan gizi dan pemberdayaan komunitas di seluruh Indonesia.

Upaya ini dilakukan dengan menyediakan pilihan yang lebih baik, seperti fortifikasi produk dengan mikronutrien penting, seperti Vitamin A, Zat Besi, Zink, Yodium, dan Vitamin D.

”Pada 2024, sebanyak 2,99 miliar sajian produk telah difortifikasi untuk memberikan gizi lebih baik, kepada jutaan anak di seluruh Indonesia, dengan produk-produk unggulan seperti Dancow FortiGro, Nestlé Cerelac, Milo Activ-Go, Nestlé Batita, dan Koko Krunch,” tukas Sufintri.

Riyan