KUDUS (SUARABARU.ID) – Turnamen sepak bola putri usia dini MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Kudus Seri 1 periode 2025–2026 resmi digelar pada 29 Juli hingga 3 Agustus 2025. Kudus menjadi kota pembuka dari rangkaian turnamen yang akan berlangsung di 10 kota besar di Indonesia.
Bertempat di Supersoccer Arena dan Lapangan Rendeng, MLSC Kudus Seri 1 diikuti oleh 1.370 siswi dari 92 Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Kudus dan sekitarnya. Para peserta terbagi dalam 64 tim kelompok usia (KU) 10 dan 64 tim KU 12.
Empat Tim Lolos ke Semifinal KU 10 dan KU 12
Pada kelompok usia 10, empat tim yang melaju ke babak semifinal adalah SD Muhammadiyah Birrul Walidain yang akan berhadapan dengan SD 2 Demaan, serta SD IT Al Islam Kudus yang akan menghadapi SD 3 Bulungcangkring.
Sementara itu, di KU 12, semifinal akan mempertemukan SDUT Bumi Kartini Jepara dengan MI NU Khurriyatul Fikri. Di partai lainnya, SDN Jambean 02 Pati akan melawan SDN 1 Panggang Jepara.
Semua laga semifinal akan digelar di SSA pada Minggu (4/8/2025) pagi yang akan dilanjut laga final dan upacara penghargaan pemenang pada sore harinya.
Penjaga gawang andalan SDUT Bumi Kartini Jepara, Queisha Sava Azzalva, kembali menjadi sorotan. Ia dikenal sebagai peraih predikat Best Goalkeeper MLSC Kudus 2023 Batch 3 dan MLSC Kudus Seri 1 2024. Queisha menyatakan optimisme timnya bisa mempertahankan gelar juara tahun ini.
“Saya yakin bisa mempertahankan gelar juara,” tegas Queisha.

Festival SenengSoccer dan Skill Challenge
Selain turnamen utama 7 vs 7, MLSC Kudus juga menghadirkan Festival SenengSoccer KU 8 yang diikuti 228 siswi dari 33 SD dan MI. Tujuan dari festival ini adalah menanamkan kecintaan terhadap sepak bola sejak usia dini, khususnya usia 6–8 tahun.
Tak hanya itu, MLSC juga menghadirkan Skill Challenge yang menguji teknik individu peserta dalam lima aspek: 1-on-1, penalti, dribbling, passing control, dan shoot on target.
Prestasi membanggakan datang dari Kudus, di mana tiga siswi berhasil menembus tim MilkLife Shakers (U-12) yang berlaga di ajang internasional JSSL Singapore 7’s 2025. Mereka adalah Rara Zenita Fatin, Rere Zenita Farza, dan Queisha Sava Azzalva. Tim ini berhasil meraih posisi runner-up di turnamen tersebut.
Format Baru dan Aturan Turnamen
Tahun ini, MLSC menerapkan sejumlah perubahan teknis sesuai regulasi PSSI untuk pengembangan usia dini, antara lain:
Ukuran lapangan KU 12 diperbesar menjadi 26×42 meter (sebelumnya 24×40 meter) Titik penalti diperjauh dari 5 meter menjadi 6 meter, Kick-off kini menggunakan dua sentuhan dan Semifinal, final, dan 8 besar KU 10 akan menggunakan lapangan KU 12.
Menurut Program Director MLSC, Teddy Tjahjono, Kudus selalu menjadi kota pembuka karena merupakan tempat lahirnya Bakti Olahraga Djarum Foundation, penyelenggara bersama MilkLife.
“Di tahun 2023 dan 2024 juga dimulai dari Kudus. Untuk ekspansi ke luar Jawa, kami akan evaluasi lebih lanjut dengan melihat perkembangan turnamen di Jawa,” ujar Teddy.
Turnamen ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi platform pembinaan karakter, penguatan mental bertanding, dan pengembangan bakat sepak bola putri di Indonesia sejak usia dini. MLSC 2025–2026 juga akan ditutup dengan ajang MilkLife Soccer Challenge All Stars yang mempertemukan pemain-pemain terbaik dari seluruh seri.
Tahun ini, MLSC juga memasukkan dua kota baru, yakni Malang dan Bekasi, sebagai bagian dari upaya menjaring bakat-bakat potensial di wilayah dengan tradisi sepak bola yang kuat.
Jadwal MilkLife Soccer Challenge 2025–2026 Seri 1:
Kudus: 29 Juli – 3 Agustus 2025
Semarang: 5 – 10 Agustus 2025
Surabaya: 19 – 24 Agustus 2025
Tangerang: 2 – 7 September 2025
Bekasi: 9 – 14 September 2025
Bandung: 16 – 21 September 2025
Yogyakarta: 14 – 19 Oktober 2025
Solo: 28 Oktober – 2 November 2025
Malang: 4 – 9 November 2025
Jakarta: 18 – 23 November 2025
Ali Bustomi













