blank
Ketua KSPSI Kudus Andreas Hua usai terpilih lagi dalam Konfercab KSPSI Kudus untuk periode 2025-2029. foto: Ali Bustomi

KUDUS (SUARABARU.ID) – Andreas Hua kembali memimpin Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Kabupaten Kudus untuk periode 2025–2030. Ia terpilih secara aklamasi dalam Konferensi Cabang (Konfercab) X DPC KSPSI yang digelar di Hotel Kenari Asri, Sabtu (2/8/2025).

Seluruh perwakilan dari federasi serikat pekerja di bawah naungan KSPSI Kudus secara bulat memberikan dukungan penuh kepada Andreas untuk melanjutkan kepemimpinan dalam organisasi buruh terbesar di Kudus tersebut.

Selain menetapkan ketua, Konfercab juga membentuk struktur kepengurusan baru. Posisi Sekretaris DPC KSPSI Kudus dipercayakan kepada M. Makmun, sementara Arifiana ditunjuk sebagai Bendahara.

Struktur kepengurusan baru yang terbentuk juga langsung disahkan dan dikukuhkan oleh DPD KSPSI Jawa Tengah yang hadir dalam Konfercab tersebut.

Fokus Perjuangan Hak Pekerja 

Dalam sambutannya usai konferensi, Andreas menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan dan menyebut Konfercab sebagai momentum penting untuk memperkuat solidaritas pekerja di Kudus.

“Konfercab ini menjadi langkah awal dalam memperkuat organisasi dan memastikan keberlanjutan perjuangan pekerja di Kudus,” ujarnya.

Andreas menegaskan bahwa pihaknya akan fokus pada isu-isu strategis, termasuk memperkuat posisi pekerja dalam hubungan industrial dengan perusahaan. Ia menekankan pentingnya penyelesaian persoalan ketenagakerjaan melalui pendekatan bipartit antara pekerja dan pengusaha.

Selain itu, DPC KSPSI Kudus juga menyoroti janji-janji pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, terutama terkait prioritas bagi industri padat karya, seperti tekstil dan rokok.

“Kami masih menunggu realisasi dari janji pemerintah terkait prioritas industri padat karya. Ini sangat penting bagi sektor pekerja di Kudus,” tegasnya.

KSPSI Kudus, yang mayoritas anggotanya berasal dari sektor rokok, makanan, dan minuman, juga terus menyuarakan penolakan terhadap beberapa poin dalam UU Kesehatan dan regulasi turunannya, yang dinilai merugikan sektor tersebut.

Perpecahan Nasional KSPSI

Di tengah dinamika internal di tingkat pusat, Andreas menegaskan bahwa KSPSI Kudus tetap solid dan bersatu. DPC KSPSI Kudus saat ini berafiliasi kepada DPP KSPSI di bawah kepemimpinan Jumhur Hidayat.

Ia menjelaskan bahwa perpecahan di tingkat nasional membuat KSPSI terpecah menjadi empat kubu, yang semuanya diakui secara legal oleh pemerintah. Meski demikian, KSPSI Kudus tetap satu komando di bawah payung Jumhur Hidayat.

Sebelumnya, sempat muncul surat penolakan dari DPD KSPSI Jateng versi Yorris Raweyai yang menyatakan bahwa Konfercab oleh DPC KSPSI Kudus tidak sah. Namun Andreas menegaskan bahwa secara organisasi dan dukungan internal, DPC KSPSI Kudus tetap sah dan solid.

“Di Kudus, semua federasi serikat pekerja sepakat menginduk ke satu konfederasi, yakni KSPSI pimpinan Jumhur Hidayat. Soal afiliasi masing-masing federasi, kami berikan kebebasan,” pungkasnya.

Ali Bustomi