blank
Pembangunan jalan di salah satu ruas di Kabupaten Blora. Insert: Bupati Blora Arief Rohman. Foto: Ist

BLORA (SUARABARU.ID) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora terus memprioritaskan pembangunan infrastruktur jalan sebagai upaya meningkatkan konektivitas antarwilayah sekaligus memenuhi harapan masyarakat.

Bupati Blora Arief Rohman menargetkan persoalan infrastruktur jalan di Kabupaten Blora dapat diselesaikan secara bertahap hingga akhir masa jabatannya pada 2030.

Mas Arief, sapaan akrab Bupati Blora menjelaskan, saat ini tingkat kemantapan jalan kabupaten di Blora masih berada di kisaran 60 persen. Namun, dengan berbagai program pembangunan yang tengah disiapkan, pemerintah menargetkan angka tersebut meningkat menjadi 80 hingga 90 persen dalam tiga tahun mendatang.

Menurut Arief Rohman, pembangunan infrastruktur, khususnya jalan, akan terus menjadi prioritas utama Pemkab Blora karena masih banyak masyarakat yang menginginkan perbaikan akses jalan.

“Saya minta Dinas PUPR bahwa infrastruktur ini adalah program prioritas kita. Ekspektasi masyarakat untuk infrastruktur ini sangat tinggi,” kata Mas Arief, Senin (29/06/2026).

Untuk mempercepat realisasi pembangunan, Pemkab Blora terus membangun komunikasi dan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah maupun pemerintah pusat guna memperoleh dukungan pendanaan melalui berbagai skema. Salah satu yang diharapkan dapat membantu percepatan pembangunan adalah Program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD).

Selain itu, Mas Arief mengungkapkan dirinya telah bertemu dengan Gubernur Jawa Tengah yang menyatakan komitmennya untuk menyelesaikan sejumlah ruas jalan provinsi yang berada di wilayah Kabupaten Blora. Menurutnya, sinergi antara pemerintah kabupaten, provinsi, dan pusat menjadi kunci dalam mempercepat peningkatan kualitas infrastruktur jalan.

Di sisi lain, Pemkab Blora juga telah mengusulkan hampir 10 ruas jalan kabupaten agar memperoleh pendanaan melalui Program Inpres Jalan Daerah. Ruas-ruas tersebut diprioritaskan karena menjadi kebutuhan masyarakat sekaligus memiliki nilai strategis dalam mendukung sektor pangan dan pariwisata.

“Usulannya hampir 10 ruas jalan. Ruas-ruas yang memang menjadi harapan masyarakat dan bisa membuka akses,” ujar Mas Arief.

Melalui dukungan pendanaan dari pemerintah pusat dan provinsi, Pemkab Blora berharap pembangunan infrastruktur jalan dapat dipercepat sehingga konektivitas antarwilayah semakin baik, distribusi hasil pertanian lebih lancar, serta potensi pariwisata daerah dapat berkembang secara optimal.

Mas Arief menambahkan, tema yang diusung dalam usulan Program IJD tersebut disesuaikan dengan arah pembangunan daerah, yakni memperkuat ketahanan pangan dan pengembangan sektor pariwisata.

“Temanya adalah pangan dan pariwisata. Jalan-jalan menuju pusat-pusat pangan dan pariwisata ini akan kita prioritaskan untuk dibangun,” pungkasnya.

El Nyunanto