blank
Bupati Jepara Witiarso Utomo bersama Kepala Kantor Kementerian Agama Jepara, Akhsan Muhyiddin, mengatakan penandatanganan nota kesepakatan Pencegahan Kekerasan di Lingkungan Pendidikan di Bawah Naungan Kementrian Agama. Foto: Prokopimda.

JEPARA (SUARABARU.ID) – Komitmen mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan di Kabupaten Jepara diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepakatan Pencegahan Kekerasan di Lingkungan Pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama, Senin (29/6/2026).

Kegiatan tersebut juga dirangkai dengan seminar yang menguatkan peran generasi muda dalam menjaga lingkungan sekaligus melestarikan budaya lokal dan edukasi pengenalan seni ukir di lingkungan madrasah melalui kokurikuler.

Pemerintah Kabupaten Jepara bersama Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara menandatangani Nota Kesepakatan Pencegahan Kekerasan di Lingkungan Pendidikan sebagai bentuk komitmen bersama menciptakan madrasah dan pondok pesantren yang aman, nyaman, sehat, dan inklusif.

blank
Foto Bersama setelah MOU. Foto: Prokopimda.

Bupati Jepara Witiarso Utomo menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin dengan Kementerian Agama dalam memperkuat perlindungan anak di lingkungan pendidikan. Menurutnya, seluruh pihak memiliki visi yang sama untuk memastikan setiap anak memperoleh hak atas lingkungan belajar yang aman sehingga dapat berkembang secara intelektual, sosial, psikologis, serta memiliki karakter dan akhlak mulia.

Ia menegaskan bahwa berbagai bentuk kekerasan, mulai dari perundungan, kekerasan fisik, kekerasan seksual, diskriminasi hingga Kekerasan Berbasis Gender Online (KGBO), tidak boleh mendapat ruang di lingkungan pendidikan, termasuk lembaga pendidikan berbasis keagamaan.

“Jepara menolak segala bentuk kekerasan di lingkungan pendidikan,” tegas Witiarso Utomo.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara, Akhsan Muhyiddin, mengatakan bahwa suasana belajar yang aman dan bebas dari rasa takut menjadi syarat utama agar peserta didik mampu menyerap ilmu secara optimal serta tumbuh menjadi generasi khoiru ummah.

Usai penandatanganan nota kesepakatan antara Pemerintah Kabupaten Jepara dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara, peserta mengikuti seminar bertajuk Peran Generasi Muda dalam Menjaga Lingkungan yang disampaikan oleh Rini Padmini dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jepara.

blank
Hadi Priyamto memaparkan Materi Pentingnya Pelestarian Seni Ukir. Foto: Septi

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan sesi Pengenalan Budaya Ukir Jepara yang menghadirkan Ketua Yayasan Pelestari Ukir Jepara, Hadi Priyanto, serta Kus Haryadi dari Tim Penulis Buku Kokurikuler Seni Ukir.

Pada kesempatan itu, para narasumber memperkenalkan sejarah, filosofi, hingga pentingnya menjaga keberlangsungan seni ukir sebagai identitas budaya Jepara. Mereka juga mendorong generasi muda agar mengenal dan mencintai warisan budaya daerah sehingga mampu menjadi penerus para perajin ukir di masa mendatang.

Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, Kementerian Agama, dunia pendidikan, serta dukungan edukasi tentang lingkungan dan pelestarian budaya, diharapkan lahir generasi Jepara yang tidak hanya cerdas dan berkarakter, tetapi juga peduli terhadap kelestarian alam serta bangga terhadap warisan budaya daerah.

Septiana W