blank
Kebakaran bermula dari adanya kobaran api yang membakar pagar dan bambu di halaman belakang masjid. Foto: dok Damkar Satpol PP Grobogan.

GROBOGAN (SUARABARU.ID) — Kebakaran melanda area belakang Masjid dan TPQ milik Gus Ulin (49) di RT 1 RW 5, Desa Kuripan Timur, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan.

Peristiwa kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 20.33 WIB, Kamis 31 Juli 2025. Api membakar pagar dan rumpun bambu di belakang halaman masjid, namun berhasil dipadamkan sebelum meluas.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP Grobogan, Ahmad Rifqi Syamsul Huda, menyampaikan bahwa pihaknya menerima laporan kebakaran dari warga bernama Endi (30) yang datang langsung ke Pos Induk Purwodadi.

BACA JUGA : Kapolsek Kudus Kota Sosialisasi Bahaya Kenakalan Remaja dan Kejahatan Online di Kalangan Santri

“Begitu menerima laporan, tim kami langsung meluncur ke lokasi kejadian dengan dua unit armada. Berkat respons cepat dan bantuan warga, api berhasil dikendalikan sehingga tidak merembet ke bangunan utama masjid, TPQ, maupun rumah di sekitarnya,” jelas Rifqi sapaan akrabnya, saat dikonfirmasi.

Menurut laporan sementara, kebakaran diduga dipicu oleh tindakan seseorang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang membakar bagian bambu dan pagar di belakang halaman masjid.

Pihak Damkar Satpol PP Pos Induk Purwodadi menjelaskan, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden ini.

“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Harta yang berhasil diselamatkan meliputi masjid, bangunan TPQ, dan satu rumah beserta isinya,” tambah Rifqi.

Apresiasi

Salah satu saksi mata, Endi, mengaku melihat api menyala di bagian pagar belakang masjid. Ia segera meminta bantuan warga sekitar untuk memadamkan api secara manual, lalu melaporkannya ke pos pemadam kebakaran.

BACA JUGA : Kementerian UMKM dan ICMI Dukung Pemberdayaan Pengusaha Perempuan

Peran aktif masyarakat yang melaporkan langsung insiden kebakaran tersebut ke Damkar Pos Induk Purwodadi ini mendapatkan apresiasi.

“Kami mengapresiasi peran aktif masyarakat yang segera melapor dan membantu proses pemadaman awal. Ini sangat membantu mencegah kerugian lebih besar,” pungkas Rifqi.

Pihak Damkar mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan segera melaporkan kejadian serupa agar dapat ditangani secepat mungkin dan tidak merembet ke wilayah lainnya.

TYA WIDYA