blank
Jiman Riyanto, Agam prakoso dan Jambari membawa gantangan Pasar Karimata bangkit

Semarang (SUARABARU.ID) – Setelah sekian lama vakum, Gantangan Karimata Arena yang legendaris akhirnya resmi dibuka kembali. Minggu (27/7). Berlokasi di Pasar Burung Karimata, Semarang, ajang launching ini berlangsung meriah dan sukses. Ratusan kicau mania dari berbagai daerah seperti Grobogan, Demak, Kudus, Jepara, Ungaran, hingga Salatiga tumpah ruah memenuhi arena, menjadi saksi kembalinya ikon dunia kicau kota Semarang.

Kegiatan ini bukan sekadar ajang lomba, melainkan juga sebagai momen silaturahmi dan temu kangen para pecinta burung berkicau. Kerinduan akan suasana khas Pasar Karimata pun seolah terobati lewat gemuruh suara burung-burung dan semangat para peserta yang hadir sejak pagi.

blank
Edi Subeno (kotak-kotak) selaku perwakilan Dinas Perdagangan Kota Semarang memberikan sambutan hangat.

Hadir dalam pembukaan, Edi Subeno selaku perwakilan Dinas Perdagangan Kota Semarang memberikan sambutan hangat. Ia menyampaikan bahwa kegiatan semacam ini adalah momen yang sangat ditunggu-tunggu, terutama sebagai upaya menghidupkan kembali denyut pasar tradisional. Harapannya, kegiatan ini bisa menjadi sarana silaturahmi, menyalurkan hobi, sekaligus memberi dampak ekonomi bagi para pedagang di pasar Karimata. Kami sangat mengapresiasi panitia dan Ketua PPJP yang telah menggagas lomba ini,” ungkapnya.

Lebih jauh, ia menyampaikan rencana kegiatan akan digelar rutin dua minggu sekali, yaitu setiap minggu kedua dan keempat, untuk menghidupkan pasar Karimata sebagai pusat aktivitas kicau mania, terangnya.

Baca juga : Stasiun Semarang Tawang Jadi Favorit Wisatawan Asing Selama Semester I 2025

Ketua PPJP ( Persatuan Pedagang dan Jasa Pasar ), Jiman Riyanto, dalam sambutannya menegaskan bahwa Karimata bukanlah gantangan biasa. Pasar burung ini telah berdiri sejak 1983 dan menjadi pelopor latihan serta lomba burung berkicau di Semarang. Dengan lomba ini, kami berharap pasar Karimata bisa menjadi destinasi wisata dan ikon kicau mania Semarang. Ini bukan hanya soal hobi, tapi juga bagian dari budaya dan sejarah kota kita, ujarnya.

blank
Jiman Riyanto (biru) menyerahkan potongan tumpeng kepada Agam Prakoso (pelaksana)

Acara dimulai dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol syukur, oleh Jiman Riyanto dan diserahkan kepada Agam Prakoso selaku ketua pelaksana lomba. Kompetisi dimulai tepat pukul 11.00 WIB, menggelar 17 kelas dari berbagai jenis burung seperti Murai Batu, Cucak Ijo, Kacer, dan Anis Merah.

blank
Suasana lomba meriah dan ramai

Suasana panas terasa di setiap kelas, terutama kelas Murai Batu yang menjadi partai bergengsi. Di kelas utama tiket Rp 550.000, Murai Batu Cambuk milik H. Ponco (GGG SF) tampil luar biasa dan berhasil merebut juara 1 berkat variasi lagu, durasi kerja yang stabil, dan gaya tarung menawan.

blank
Murai Batu Cambuk milik H. Ponco (GGG SF) tampil luar biasa dan berhasil merebut juara 1 kelas utama

Murai Batu Misterius milik Wawan (Freedom SF) mendominasi kelas Paguyuban, sedangkan Ontoseno milik Rahmad (Muncul SF) memenangi kelas Bangkit.

Baca juga : Semargres Kembali Digelar, Mobil dan Motor Jadi Hadiah Utama

Kelas Cucak Ijo pun tak kalah panas. Indomie milik Iwan JT dari Semarang berhasil meraih double winner di kelas Utama Paguyuban dan Jaya. Dengan volume keras dan lagu bervariasi, Indomie tampil dominan. Setan Kredit milik Jhon-X dari Kudus juga tampil mengesankan dengan kemenangan di kelas Bangkit dan Mitra Kerja.

blank
Indomie milik Iwan JT dari Semarang berhasil meraih double winner di kelas Utama Paguyuban dan Jaya

Sementara di kelas Kacer, partai yang dijuluki “kelas neraka”, burung-burung jagoan turun dengan performa luar biasa. Namun, Thanos milik Tri Agung (Decolith) sukses mencuri perhatian dengan gaya elegan dan irama lagu menawan, mengantar dirinya ke podium tertinggi.

blank
Setan Kredit milik Jhon-X dari Kudus juga tampil mengesankan dengan kemenangan di kelas Bangkit dan Mitra Kerja.

Tim juri yang dikomandoi oleh Agam Prakoso bekerja profesional sepanjang acara. Mereka berasal dari berbagai daerah dan menjalankan penilaian dengan objektif dan adil, menjaga integritas perlombaan.

blank
Tim juri yang dikomandoi oleh Agam Prakoso bekerja profesional Mereka berasal dari berbagai daerah dan menjalankan penilaian dengan objektif dan adil

Secara keseluruhan, launching Gantangan Karimata Arena ini berjalan lancar dan membawa nuansa nostalgia bagi para senior kicau mania, sekaligus memompa semangat baru bagi para pemula. Persaingan sengit di setiap kelas menjadi bukti bahwa Karimata masih menjadi magnet kuat di dunia perburungan.

Kegiatan ini sekaligus menjadi titik awal kebangkitan Pasar Burung Karimata sebagai pusat budaya, ekonomi, dan hobi di Kota Semarang. Sampai jumpa di gelaran berikutnya.

Berikut data juaranya :

blankblankblank

(Dwi_Prie)