blank
Sejumlah atlet triathlon ketika melakukan start renang di Telaga Bedakah Tlogomulyo Kertek Wonosobo. Foto : SB/Muharno Zarka

WONOSOBO (SUARABARU.ID)-Event Sindoro Sumbing Triathlon dan Duathlon Chalenge 2025 kembali digelar dengan semarak, menandai peningkatan antusiasme peserta dari tahun ke tahun.

Tahun ini, kejuaraan yang berlangsung di kawasan Telaga Bedakah dan Perkebunan Teh Tambi, Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo, Sabtu-Minggu ( 26-27/7/2025).

Tidak hanya diikuti atlet nasional, ajang triathlon dan duathlon kali ini juga berhasil menarik partisipasi atlet mancanegara dari Rusia, Belgia dan Palestina.

Event triathlon yakni renang, bersepeda dan lari marathon digelar Sabtu (26/7) kemarin. Sedang ajang duathlon yakni bersepeda dan lari marathon dilakukan hari ini, Minggu (27/7), di tempat yang sama.

Keikutsertaan peserta luar negeri ini dinilai sebagai indikator positif meningkatnya daya tarik Sindoro Sumbing Triathlon dan Duathlon sebagai ajang sport tourism bertaraf internasional.

Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, menyambut gembira keberhasilan penyelenggaraan kejuaraan triathlon dan duathlon ini yang dinilai semakin solid dari tahun ke tahun. Dia menyebut triathlon dan duathlon bukan hanya cabang olahraga semata, tetapi memiliki dampak signifikan terhadap pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif masyarakat setempat.

Menurut Bupati Wonosobo, kejuaraan triathlon dan duathlon bukan hanya soal lari, renang, atau bersepeda. Ini soal memperkenalkan keindahan Wonosobo ke dunia.

“Venue di Telaga Bedakah dan Perkebunan Teh Tambi sangat mendukung, para atlet bisa menikmati udara sejuk dan pemandangan yang luar biasa indah sepanjang lomba,” ujar dia.

Afif juga menekankan pentingnya mengenalkan Triathlon ke kalangan pelajar. Oleh karena itu, ia telah menugaskan KONI untuk menyosialisasikan cabang olahraga ini ke sekolah-sekolah di Wonosobo.

“Kami ingin ada kaderisasi atlet. Yang penting olahraga triathlon dan duathlon ini dicintai dulu, karena memang butuh stamina yang kuat,” tegasnya.

Peserta Melonjak

Ketua Umum Federasi Triathlon Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Iik Suryati Azizah, menjelaskan bahwa jumlah peserta tahun ini mencapai 180 orang. Lonjakan peserta ini disebabkan oleh penambahan jumlah kategori lomba yang dipertandingkan.

“Selain kategori utama seperti Triathlon, juga ada Duathlon dan Aquathlon. Tahun ini kami juga membuka kelas Youth untuk pelajar dan atlet pemula, sebagai wadah untuk mereka yang mulai menekuni olahraga ini sejak dini,” ungkap dia.

Menurutnya, meski kejuaraan nasional Triathlon juga digelar di Kalimantan Selatan pada waktu yang sama, sejumlah atlet nasional tetap memilih untuk mengikuti Sindoro Sumbing Triathlon karena faktor kenyamanan lokasi dan daya tarik event yang kian dikenal.

“Bahkan atlet-atlet yang sudah pernah ikut di tahun-tahun sebelumnya, kembali datang tahun ini. Itu menunjukkan bahwa event ini punya kesan tersendiri bagi mereka,” tambahnya.

Kejuaraan yang berlangsung selama dua hari, 26–27 Juli 2025, ini tak lagi bersifat kejuaraan nasional.

Tahun ini, statusnya telah ditingkatkan menjadi turnamen terbuka (open tournament) yang memungkinkan atlet dari berbagai negara berpartisipasi.

 

Langkah ini dipandang strategis untuk membawa nama Wonosobo ke level internasional melalui jalur olahraga dan wisata.

 

“Ini adalah momentum besar. Ketika olahraga, pariwisata, dan budaya bisa berjalan bersamaan, maka dampaknya akan luar biasa bagi citra daerah,” katanya.

 

Penyelenggaraan Sindoro Sumbing Triathlon dan triathlon tahun ini juga bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Kabupaten Wonosobo yang ke-200 tahun.

 

Kombinasi antara ajang olahraga prestasi dan momen bersejarah ini memberikan makna khusus bagi warga Wonosobo.

 

“Ini bukan sekadar lomba, tapi bagian dari perayaan dua abad Wonosobo. Kami ingin momentum ini benar-benar mengangkat potensi daerah, baik dari segi olahraga maupun pariwisata,” ujar Bupati Afif.

 

Dengan penyelenggaraan yang semakin matang, peserta yang terus bertambah, serta pengemasan event yang menyatu dengan keindahan alam Wonosobo, Sindoro Sumbing Triathlon dan Duathlon diproyeksikan menjadi agenda tahunan yang masuk kalender nasional maupun internasional.

 

“Kalau bisa dikembangkan lebih lanjut, bukan tidak mungkin Wonosobo jadi tuan rumah kejuaraan Triathlon Asia atau bahkan dunia. Kita punya modal alam dan semangat masyarakat yang kuat,” tutupnya.

 

Muharno Zarka