SEMARANG (SUARABARU.ID)– Ketahanan pangan merupakan isu penting yang harus dijaga keberlanjutannya, di tengah tantangan global. Salah satu upaya untuk mewujudkannya dengan mengoptimalkan potensi pangan lokal.
Melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) PPM XXVI 2025, Muhammad Zainal Arifin, mahasiswa Prodi Teknologi Hasil Pertanian, Universitas Semarang (USM), menginisiasi pelatihan pembuatan nugget berbahan dasar tempe dan sayur, untuk masyarakat Kelurahan Tlogomulyo, Kecamatan Pedurungan, baru-baru ini.
Menurut Zainal, tujuan kegiatan ini untuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar mampu memanfaatkan bahan pangan lokal yang sehat, murah, dan mudah diperoleh.
BACA JUGA: Mahasiswa KKN PPM Fakultas Hukum USM Inisiasi ‘Satu NIB, Seribu Peluang’
”Tempe, sebagai pangan khas Indonesia, dipadukan dengan sayuran segar untuk menghasilkan produk olahan bernilai gizi tinggi, serta memiliki potensi pasar yang luas,” katanya.
Dia menyatakan, pelatihan itu tidak hanya berfokus pada aspek pengolahan makanan, tetapi juga diarahkan untuk membangun kesadaran masyarakat, mengenai pentingnya inovasi pangan sebagai strategi penguatan ketahanan pangan keluarga.
Dia berharap, nugget tempe dan sayur dapat menjadi alternatif lauk sehat, sekaligus peluang usaha yang menguntungkan.
BACA JUGA: Mahasiswa KKN USM Sosialisasi Pengenalan Batasan Hukum
”Selama kegiatan, saya didampingi Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr Wafda Vivid Izziyana SH MH. Saya mendapatkan arahan strategis, mengenai pendekatan pemberdayaan masyarakat. Pendampingan ini membuat pelatihan berjalan lebih terstruktur, dan tepat sasaran,” ujarnya.
Dia menjelaskan, proses pelatihan diawali dengan pengenalan bahan baku, teknik pengolahan tempe dan sayuran, hingga praktik pembuatan nugget secara langsung.
Masyarakat terlihat antusias, karena mereka dapat langsung mencoba proses pengolahan dari awal hingga menjadi produk siap saji.
BACA JUGA: Duta Kampus USM 2025 Bawa Citra Positif Universitas
Selain pelatihan teknis, peserta juga diberikan wawasan mengenai cara menjaga higienitas, pengemasan, dan penyimpanan produk, agar memiliki daya simpan yang lebih lama. Hal ini menjadi penting, jika produk akan dipasarkan secara komersial.
”Saya menekankan pentingnya inovasi dalam variasi rasa dan bentuk produk, agar lebih menarik minat konsumen. Kreativitas dalam mengembangkan produk olahan berbasis tempe dan sayur, dapat membuka peluang bisnis baru bagi masyarakat Kelurahan Tlogomulyo,” ujarnya.
Dia menambahkan, kegiatan ini juga mendukung penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di tingkat lokal. Dan dengan adanya keterampilan baru ini, masyarakat dapat mengembangkan usaha kuliner berbasis bahan pangan lokal, yang lebih bernilai ekonomis.
”Pelatihan ini mendapat respons positif dari warga, yang melihat peluang besar dari produk nugget tempe dan sayur, sebagai alternatif usaha rumahan. Beberapa peserta bahkan berencana memulai usaha kecil-kecilan, dengan memanfaatkan resep dan teknik yang telah dipelajari,” ungkapnya.
Riyan













