SURAKARTA (SUARABARU.ID) – Untuk pertama kalinya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri, Jawa Tengah, akan menggelar festival kuliner khas Mie Ayam Bakso. Event wisata kuliner khas Wonogiri ini, akan digelar di Alun-alun Giri Krida Bakti, depan Kantor Bupati Wonogiri.
Prokopim Pemkab Wonogiri, menyebutkan, festival akan dilaksanakan selama dua hari dua malam. Yakni Jumat-Sabtu (25-26 Juli 2025). Mulai Jam 09.00 sampai Pukul 22.00. Sebagai gelaran festival, akan diramaikan dengan bazar, panggung hiburan dengan menyajikan kesenian reog dan live music, serta dilengkapi zona komunitas untuk foto booth, mural dan game.
Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kabupaten Wonogiri, Wahyu Widayati, menyatakan, festival ini digelar untuk mengangkat potensi kuliner lokal, dan mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif masyarakat. ”Sekaligus sebagai ajang promosi, hiburan dan pemberdayaan UMKM lokal,” tandasnya. Juga untuk mempopulerkan Wonogiri sebagai Kota wisata dan meningkatkan perekonomian daerah, serta membangun identitas kuliner Wonogiri ke jenjang tingkat nasional.
Festival Mie Ayam Bakso ini, digelar dalam ikut serta mendukung event Solo Great Sale (SGS) Tahun 2025. Event SGS 2025, efektif diselenggarakan dari Tanggal 1 sampai dengan Tanggal 31 Juli 2025. Gelaran ini, dilaksanakan di tujuh kabupaten/kota se Eks Karesidenan Surakarta. Meliputi wilyah Solo Raya, yang terdiri atas Kota Surakarta (Solo), Kabupaten Boyolali, Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Sragen, Kabupaten Wonogiri dan Kabupaten Klaten.
Kabupaten Wonogiri, menampilkan festival Mie Ayam Bakso yang akan diikuti oleh sebanyak 40 tenant. Yakni menempati di lokasi tenda pada arena bazar di Alun-alun Giri Krida Bakti. Mereka adalah para pelaku kuliner lokal UMKM binaan Dinas Perdagangan dan Dinas Pariwisata.
Mie Ayam dan Bakso, menjadi ikon kuliner khas Wonogiri. Kelezatan dan keunikan rasa dari makanan ini, tidak saja menggoyang lidah, tapi juga membuat nagih. Maksudnya, bagi yang menikmatinya, akan berupaya kembali mengulang dan mengulangnya tanpa bosan.
China
Mie Ayam Wonogiri, dikenal sebagai jenis bakmi rebus yang kenyal, dengan kuah kental, rasa gurih yang khas. Ini berkat racikan minyak ayam yang diolah secara khusus bersama minyak kelapa, jahe, lada, ketumbar, kulit ayam dan bawang putih. Rasa manis dan gurih, melambungkan Mie Ayam Wonogiri menjadi kuliner populer di banyak kota yang tersebar di pelosok Tanah Air.

Wartawan Bambang Pur pernah dua kali melakukan tugas jurnalis ke China, yakni pada Tahun 1990 dan Tahun 2007. Selama bertugas di Negeri Tirai Bambu tersebut, memperoleh pemahaman bahwa makanan bakmi berakar dari budaya Tionghoa. Mulai berkembang di Indonesia, sejak Tahun 1870.
Tapi Mie Ayam Wonogiri, rasanya tidak sama dengan mie yang banyak dijajakan di daratan Cina. Baik itu yang dijual di rumah makan di Guandong dan Fujian maupun di Nanning serta Gaungxi. Pemkab Wonogiri, saat dipimpin Bupati Begug Poernomosidi, pernah merintis kerja sama sister city dengan Kota Wuming, Provinsi Guangxi, China, tapi kandas tidak dapat berlanjut.
Cita rasa Mie Ayam Wonogiri, berbeda dengan mie yang laris di jual di restaurant di Hongkong. Juga lain rasanya dengan Mie Atep yang populer di Belitung Timur (Beltim), yang menjadi tanah kelahiran Ahok (Basuki Cahya Purnama).
Mie Belitung atau Mie Atep, adalah hidangan mie kuning yang disiram kuah udang kental, dengan tambahan topping potongan kentang rebus, irisan timun dan emping. Kuahnya yang kaya rasa, berasal dari kaldu udang asli dan bumbu-bumbu pilihan. Kedai Mie Atep yang paling terkenal di Belitung adalah kedai yang didirikan oleh Ibu Atep.
Tahun 2024, Wartawan Bambang Pur pernah menikmati Mie Atep Belitung, tatkala ikut kunjungan kerja Pimpinan DPRD Kabupaten Wonogiri ke Beltim. DPRD Kabupaten Beltim, menyuguhkan Mie Atep sebagai menu unggulan. Mie Atep, menjadi suguhan utama yang disajikan warga Belitung ketika menggelar hajatan, seperti pesta pengantin misalnya.(Bambang Pur)













