KOTA MUNGKID (SUARABARU.ID) – Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma) melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Sumberarum, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang, selama satu bulan penuh, 7 Juli sampai 7 Agustus 2025. Satu tim KKN dengan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dr Rochiyati Murniningsih MP.
Dr Rochiyati Murniningsih MP hari ini Senin (21 Juli 2025) menuturkan, KKN tematik itu bertujuan mengoptimalkan penyelesaian permasalahan yang dihadapi masyarakat, memperluas wilayah kegiatan pengabdian kepada masyarakat, dan mengoptimalkan capaian luaran kegiatan. Tim mahasiswanya terdiri dari 11 mahasiswa dari Program Studi Manajemen, Teknik Informatika, Akuntansi, Psykhologi dan Farmasi.
Dari hasil identifikasi masalah, Murni selaku DPL menyatakan bahwa tim KKN mengidentifikasi beberapa permasalahan yang menjadi tantangan dalam pengembangan desa. Antara lain pengelolaan data kependudukan bersifat manual dan data out of date. Data penduduk yang tidak akurat mengakibatkan perencanaan, penganggaran dan penyampaian layanan publik menjadi tidak optimal. Selain itu, kurangnya pemahaman manajemen usaha untuk pengelolaan wisata air hangat yang dikelola oleh pemerintah desa. Akibatnya, potensi wisata air hangat di Desa Sumberarum yang dikelola Bumdes tidak berkembang optimal. Lalu, pengelolaan lahan pertanian belum optimal untuk pengembangan sumber daya alam lokal, yaitu pemanfaatan pekarangan untuk pengolahan tanaman herbal lokal.
Untuk menjawab permasalahan tersebut, jelasnya, Tim KKN berupaya memberikan solusi melalui pelaksanaan program KKN Tematik yang dilaksanakan selama satu bulan tersebut.
Salah satu kegiatan KKN Tematik adalah melaksanakan: sosialisasi penanaman tanaman obat keluarga (Toga) dan pemanfaatan lahan rumah di Dusun Dimajar 2, Tempuran. Itu dilakukan pada Sabtu (19 Juli 2025) yang lalu. Tim KKN juga melaksanakan pelatihan pada 30 person anggota PKK dalam pemanfaatan pekarangan untuk tanaman obat keluarga (Toga) berupa jahe, kunyit, kencur, lengkuas, dan sereh.
Diterangkan juga, kader PKK setempat dilatih untuk membudidayakan berbagai jenis tanaman obat yang ditanam. Selama ini jenis tanaman obat tersebut belum digunakan secara optimal. “Dengan sumber daya yang ada, maka pengembangan bahan tanaman obat menjadi produk inovasi yang memberikan manfaat kesehatan yang baik pada setiap lapisan usia masyarakat, salah satunya remaja,” katanya.
Kurang Peduli
Ditambahkan, saat sekarang, remaja merupakan individu yang memiliki kepedulian kesehatan yang cukup rendah dan jarang sekali mengonsumsi produk yang memiliki manfaat kesehatan. Kecuali, produk tersebut dikemas dengan tema yang menarik.

Dijelaskan, pasca pelatihan tersebut akan dilanjutkan dengan kegiatan pendampingan untuk membuat inovasi produk jamu kekinian yang menjadi kegemaran para remaja saat ini. “Inovasi jamu kekinian yaitu jamu yang dikombinasikan dengan rempah-rempah yang dapat memberikan rasa yang tetap enak dan secara bersamaan dapat memberikan manfaat kesehatan yaitu sebagai immune pada anak-anak, remaja dan orang tua,” tuturnya.
Program pengabdian masyarakat itu bertujuan untuk memberikan pelatihan Ibu-ibu PKK dalam membuat jamu kekinian, yang banyak disukai oleh semua kalangan. Baik anak-anak, remaja, maupun orangtua. Selain itu kegiatan pengabdian masyarakat bisa memiliki tujuan enterpereneur.
Diharapkan kader PKK dapat membuka bisnis menjual jamu kekinian. Di samping itu, dari hasil pengabdian itu dapat menambah penghasilan masyarakat.
Selanjutnya, dosen pembimbing menyatakan bahwa kegiatan KKN Tematik itu juga melatih mahasiswa untuk tanggap terhadap kondisi lingkungan dan mampu berkontribusi pada penyelesaian problem masyarakat. Tiga payung aktivitas dalam kegiatan KKN Tematik itu diharapkan menjadi implementasi dari capaian pembelajaran dari mata kuliah yang dipelajari mahasiswa di bangku kuliah. “Diharapkan kontribusi mahasiswa makin tinggi untuk solusi masalah UMKM dan kesejahteraan masyarakat semakin baik,” harapnya.
Dr Rochiyati Murniningsih SE MP juga memiliki harapan, sebagai kader persyarikatan yang ada di Universitas Muhammadiyah Magelang, mahasiswa juga berkontribusi pada peran kader Muhammadiyah dalam pencapaian misi Muhammadiyah menciptakan masyarakat baldatun thayyibatun wa rabbun ghofur (sebuah negeri yang mengumpulkan kebaikan alam dan kebaikan perilaku penduduknya).
Ketua Tim KKN, Bagas Dwi Harmianto, juga memiliki harapan, kegiatan selama satu bulan itu bisa betul-betul bermanfaat bagi warga setempat. Selain itu bisa menambah pendapatan bagi warga.
Eko Priyono













