blank
Plt Kepala Dinas Pertanian Grobogan Kukuh Prasetyo Rusady saat menyanyi bersama Pajale Band. Foto: Tya Widya.

TEMANGGUNG (SUARABARU.ID) – Suasana Pekan Agro Digital dan Inovasi Jawa Tengah 2025 semakin meriah dengan hadirnya hiburan seru di stan Dinas Pertanian Grobogan.

Pajale Band berhasil menarik para pengunjung untuk bernyanyi bersama di panas yang semakin terik, Minggu (18/7/2025).

Pajale Band menunjukkan musik bukan hanya hiburan, tapi jadi medium jitu mengenalkan dunia pertanian kepada generasi muda.

BACA JUGA: Mahasiswa Prodi MH USM Studi Banding di Singapura-Malaysia 

Pajale Band hadir sebagai bintang yang tak terduga. Band ini digagas oleh Dinas Pertanian Grobogan, terdiri dari talenta lokal yang dilatih secara serius.

Nama “Pajale” diambil dari singkatan tiga komoditas andalan Grobogan, berupa padi, jagung, dan kedelai.

Formasi band berisi Emy, Aulia, dan Huda di vokal. Di belakang mereka, ada Joko Jack sebagai gitaris utama, Angga di bass, Mulyono di keyboard, serta Agung di drum.

Semua personel merupakan binaan Dinas Pertanian yang mempunyai kecintaan di dunia musik.

Dengan aransemen sederhana namun penuh semangat, Pajale Band membawakan lagu-lagu nostalgia hingga tembang kekinian.

Pengunjung pun larut bernyanyi dan berjoget bersama di tengah area stan yang biasanya hanya berisi brosur dan produk pertanian.

blank
Pengunjung bernyanyi dengan iringan Pajale Band. Foto: Tya Widya.

 

“Ini di luar ekspektasi kami. Pajale Band ternyata mampu menyedot perhatian dan membuat suasana stan lebih hidup,” ungkap Kukuh Prasetyo Rusadi, Plt Kepala Dinas Pertanian Grobogan.

Menurut Kukuh, band ini bukan sekadar hiburan, melainkan cara kreatif memperkenalkan pertanian dengan pendekatan yang lebih humanis dan menyentuh.

Ia menekankan pentingnya merangkul generasi muda dengan cara yang relevan dan inspiratif, salah satunya dengan Pajale Band ini.

Tak sedikit pengunjung yang spontan naik panggung untuk berduet, bahkan staf dari stan kabupaten lain ikut berkaraoke.

Interaksi ini menjadikan penampilan Pajale Band sebagai momen tak terlupakan selama PADI Jawa Tengah 2025 berlangsung.

Satu Tahun

Dibentuk setahun lalu, Pajale Band telah tampil di beberapa acara lokal di Kabupaten Grobogan.

PADI Jawa Tengah 2025 menjadi momentum besar mereka untuk tampil di tingkat provinsi.

Dengan modal musik, mereka menyampaikan pesan cinta pada dunia pertanian kepada para generasi muda.

“Kami ingin tunjukkan bahwa bertani itu keren. Musik adalah jembatan untuk menyampaikan itu semua,” ujar Huda, salah satu vokalis Pajale Band, usai tampil.

 

Semangat Pajale Band tentu mewakili perubahan wajah pertanian Grobogan.

blank
Satu tahun terbentuk, Pajale Band berkomitmen untuk turut melakukan promosi pertanian Grobogan lewat lagu. Foto: Tya Widya.

Mereka tak sekadar mempromosikan produk, tapi juga menyampaikan pesan bahwa inovasi bisa datang dari sisi yang tak terduga, termasuk dari panggung musik.

PADI Jawa Tengah 2025 yang berlangsung 18 hingga 22 Juli menjadi titik penting perjalanan Pajale Band.

Meski tampil tanpa perlengkapan canggih, energi mereka sukses menyegarkan suasana pameran pertanian tersebut.

Lewat musik, Dinas Pertanian Grobogan membuktikan bahwa edukasi pertanian bisa dikemas lebih atraktif.

Pajale Band juga menjadi simbol bahwa perubahan bisa dimulai dari panggung kecil dengan pesan besar yang menyentuh hati.

Dengan keberhasilan mereka menarik massa, tak menutup kemungkinan Pajale Band akan tampil di event lainnya.

TYA WIDYA