Api bludukan adalah perapian yang dibuat di dekat kandang ternak. Fungsinya, untuk penghangat ternak di waktu malam, terlebih di musim bediding (dingin). Asapnya, berfungsi untuk mengusir nyamuk. Tujuannya, agar ternak sapi piaraan, terbebas dari serangan nyamuk.
Karena memiliki multi fungsi, maka pembuatan bludukan terbiasa dilakukan setiap malam oleh para peternak sapi, termasuk peternak sapi Sono di Dusun Bulak, Desa Sembukan, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Wonogiri. Tapi malang, Sabtu malam (19/7/25) Pukul 21.15, selagi Sono dan keluarganya telah idur, api bludukan itu berkobar.
Kobaran apinya membakar tandon pakan yang berada di dekat kandang. Yakni tumpukan jerami kering di dekat kandang dan yang disimpan di bagian atas kandang di bawah genting. Bersamaan dengan adanya angin, telah membuat nyala api makin tidak terkendali, sehingga membakar kandang ternak dan meluas membakar pula rumah dapur.
Para tetangga yang melihatnya, pada berhamburan ke luar rumah untuk memberitahukan kepada Sono bahwa telah terjadi musibah kebakaran. Warga menjadi panik, tatkala nyala api kebakaran makin berkobar tidak terkendali. Di tengah kepanikan tersebut, sebagian warga memukul kentong bertalu-talu, sebagai isyarat ada musibah kebakaran.
Para tetangga yang beramai-ramai mendekat ke lokasi kebakaran, tidak kuasa memadamaknnya. Karena terkendala di lokasi tidak ada tandon air dalam jumlah yang cukup. Laporan musibah kebakaran, segera disampaikan ke Pamong Desa untuk diteruskan ke Polsek Sidoharjo.
Regu Tiga
Salah seorang Pamong Desa setempat, Andri, segera mengontak ke Markas Pemadam Kebakaran (Damkar) Pemkab Wonogiri, untuk memohon bantuan pemadaman.
Kepala Satpol-PP Kabupaten Wonogiri Joko Susilo dan Kabid Damkar Joko Prayitno melalui Koordinator Lapangan Sriyanto Kembo, Minggu (20/7/25), menyatakan, begitu mendapatkan kontak permohonan pemdaman, langsung mengirimkan Regu-3 Pimpinan Komandan Regu (Danru) Setyo Pamungkas ke lokasi.
Regu-3, berkekuatan 7 orang personel fireman, meluncur ke tempat kejadian dengan membawa serta dua unit mobil brandweer. Tiba di Dusun Bolak pada Pukul 21.45 dan langsung melakukan tindakan pemadaman. Proses pemadaman berlangsung sampai Pukul 23.15 menjelang tengah malam, dengan mendapatkan bantuan dari para Pamong Desa dan warga masyarakat.
Regu Damkar Pemkab Wonogiri baru meninggalkan lokasi, ketika api telah benar-benar padam. Tidak ada korban jiwa dalam musibah kebakaran ini. Dua ekor sapi yang berada di dalam kandang, berhasil diselamatkan. Kerugian materi atas musibah kebakaran ini, masih dalam perhitungan oleh Perangkat Desa.
Berkaitan dengan kejadian kebakaran ini, pihak Damkar Pemkab Wonogiri, mengimbau kepada semua masyarakat, agar berhati-hati dalam memperlakukan api. Termasuk api bludukan yang dibuat di dekat kandang demi pamrih untuk mengusir nyamuk dan menghangatkan ternak sapi di waktu malam.
Pihak Damkar, menyatakan, boleh saja petani membuat api bludukan, tapi harus dalam pengawasan agar hanya memunculkan asap saja. Jangan sampai berkembang menjadi nyala api, yang ketika berkobar menjadi pemicu terjadinya musibah kebakaran.(Bambang Pur)













