blank
Para siswa SMA Negeri 1 Jatisrono, Kabupaten Wonogiri, menjalani pelatihan rappelling dan Naik Tali Hesti di bangunan talud tegak vertikal penguat tebing.(Dok.Pendim 0728 Wonogiri)

WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Ratusan siswa SMA Negeri 1 Jatisrono, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, dilatih ketrampilan panjat turun tebing. Pelatihan dilakukan dengan teknik rappelling dan tali hesti. Sekolah mendatangkan tentara untuk menjadi instrukturnya.

Penerangan Kodim (Pendim) 0728 Wonogiri, Pelda Indra, Rabu (16/7/25), mengabarkan, pelatihan ketrampilan naik turun tebing dilakukan bersamaan dengan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran Baru 2025-2026. Prajurit TNI AD yang melatih, datang dari Anggota Koramil 14/Jatisrono Kodim 0728/Wonogiri. Yakni Pelda Ariyanto, dibantu tiga anggota Babinsa terdiri atas Sertu Mianto, Sertu Agus Guridno dan Serda Miftahul Huda.

Peserta pelatihan rappelling turun tebing dan naik tali hesti ini, berjumlah sebanyak 286 siswa dari Kelas XI SMA Negeri 1 Jatisrono, Kabupaten Wonogiri. Pelda Ariyanto melalui Pendim 0728 Pelda Indra, menyatakan, pelatihan ini menjadi bagian Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK). Yakni untuk membekali pengetahuan dan keterampilan tentang keorganisasian maupun pengembangan diri.

Semoga dengan pelatihan ini, dapat menjadi bekal bagi para siswa sebagai calon pemimpin. Yakni bertambah pengetahuan dan kecakapannya, yang kelak berguna sebagai bekal mereka menjadi pemimpin, dan mampu menjadi teladan bagi siswa-siswa lainnya. Juga mampu berkarya sebaik mungkin, untuk kemajuan SMA Negeri 1 Jatisrono.

Kepala Sekolah (Kasek) SMA Negeri 1 Jatisrono, Tri Andari Setya Ningrum, menyatakan, dengan kegiatan ini para siswa mampu mengimplementasikan hasil yang didapat dari MPLS, ke dalam program kerja OSIS yang telah mereka susun.

Kompetensi

Sekolah mengundang personel tentara sebagai instruktur pelatih, karena dinilai sebagai insan profesional yang memiliki kompetensi dan mempunyai pengalaman. Berbagai materi yang diajarkan, mencakup kemampuan siswa dalam kecakapan mental, mampu berbicara di depan orang banyak, berkemampuan mengeluarkan pendapat, memiliki wawasan luas, punya pemikiran tentang pentingnya diri pemimpin yang solid dan bijaksana.

Kepada para peserta, sebelumnya diberikan teori penguasaan teknik panjat turun tebing. Sebelum kemudian dilakukan praktik pelatihan di bangunan talud penguat tebing yang tegak vertikal. Peserta diwajibkan ingat betul akan teorinya, siapkan mental dan baru boleh mencoba praktik naik turun tebing.

Naik Tali Hesti, merupakan salah satu materi dalam latihan ketangkasan How To Find the Fighter (HTF), yang lazim dilakukan oleh prajurit TNI. Khususnya dalam Lomba Peleton Tangkas di jajaran Matra Darat. Latihan ini, bertujuan untuk melatih kemampuan pisik dan mental, serta mengembangkan keterampilan dalam menghadapi berbagai rintangan di medan yang sebenarnya.

Secara spesifik, Naik Tali Hesti adalah latihan di mana prajurit harus menaiki tali yang dipasang secara vertikal. Yaitu serupa dengan memanjat tebing, tetapi dengan menggunakan tali dan teknik yang berbeda. Latihan ini, membutuhkan kekuatan, kelincahan dan keseimbangan tubuh yang baik, untuk dapat menaklukkan rintangan tebing yang tegak vertikal.

Selain Naik Tali Hesti, materi HTF lainnya yang umum dilatihkan antara lain: Turun Hesti, Snapling, Jaring Pendarat, Rayapan Tali Satu dan Dua, serta Jembatan Tali Dua. Juga teknik rappelling, yakni kegiatan menuruni ketinggian menggunakan tali dari atas ke bawah. Kegiatan ini, membutuhkan peralatan khusus seperti tali karmantel, harness, carabiner dan alat descender seperti figure eight.(Bambang Pur)