WONOSOBO (SUARABARU.ID)-Rejo Arianto, seniman patung Biawak di Jalan Raya Krasak Desa Krasak Selomerto Wonosobo Jawa Tengah yang sempat viral di media sosial, mendapatkan penghargaan “Adibrata Bakti Wacana Rupa” dari ISI Surakarta.
Penghargaan tersebut diberikan Rektor ISI Surakarta Prof Dr I Nyoman Sukerna, SKar MHum pada Selasa (15/7/2025), di kampusnya, bersamaan dengan acara “Dies Natalis Ke-61 ISI Surakarta” yang bertema “Harmoni Tradisi dan Inovasi : Membangun Kemandirian Menuju Masa Depan”.
Rektor ISI Surakarta Prof Dr I Nyoman Sukerna, SKar MHum mengatakan penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada para pihak yang telah memberikan kontribusi besar dalam pengembangan dan pelestarian di bidang seni dan budaya.
“Mas Rejo Arianto ini merupakan salah satu alumnus program studi Seni Lukis Fakultas Seni Rupa ISI Surakarta. Dia telah mengharumkan nama almamaternya dengan menciptakan karya seni berupa patung Biawak di Wonosobo yang cukup fenomenal dan viral di media sosial,” ucapnya.
Punya “Ruh”

Pembuat patung Biawak Rejo Arianto menyampaikan ucapan terimakasih atas pemberian penghargaan dari almamaternya. Semula dia tak menduga jika karyanya akan se-viral itu. Karena sebagai seniman berkarya adalah sebuah “tugas” dan “kewajiban” yang harus dijalaninya.
“Sebelum proses pembuatan patung Biawak saya sempat memelihara biawak beneran selama tiga hari untuk memahami perilaku dan gerakan hewan tersebut untuk membuat patung. Saya ingin patungnya terlihat realistis dan memiliki “ruh” atau jiwa,” cetusnya.
Menurut Ari, desain dan ukuran awalnya, patung Biawak dirancang setinggi 3 meter, tetapi dia lalu memutuskan untuk membuatnya lebih tinggi, yaitu 7 meter, untuk memenuhi hasrat berkesenian. Biaya pembuatan Patung Biawak hanya sekitar Rp 50 juta dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Wonosobo.
“Tantangan terbesar dalam membuat patung adalah menciptakan jiwa atau “ruh” dalam karya seni. Ternyata patung Biawak ini mendapat respons positif dari masyarakat dan warganet. Bahkan menjadi ikon baru dunia pariwisata di Wonosobo,” tandasnya.
Muharno Zarka













