KEBUMEN (SUARABARU.ID) – LSM Kalpataru Cabang Kebumen menggandeng warga untuk melestarikan alam dan sumber daya air (SDA) guna menjaga lingkungan hidup serta ketahanan pangan serta memperkokoh sertifikat Global Geopark dari UNESCO.
Hal itu diungkapkan Ketua Cabang Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kalpataru Kabupaten Kebumen Rizal Gusri kepada Suarabaru.id di Sekretariat Jalan Gelora B/3 Pejagoan, Sabtu (12/7).
Menurut Rizal Gusri, pihaknya menggandeng masyarakat Kabupaten Kebumen untuk bersama senantiasa menjaga alam dan melestarikan lingkungan hidup demi terciptanya keseimbangan ekosistem dan kelangsungan ketahanan pangan sebagai kebutuhan dasar hajat hidup manusia.
Rizal Gusri menyampaikan bahwa LSM Kalpataru mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Kebumen yang baru-baru ini telah berhasil menerima sertifikat dari badan dunia UNESCO yaitu berupa UNESCO Global Geopark (UGGp) dan diterima oleh Bupati Kebumen Lilis Nuryani pada 2 Juni 2025 di Paris Perancis.
Sertifikat tersebut ditetapkan berdasarkan hasil sidang tahunan Eksekutif UNESCO tanggal 17 April 2025 di kantornya di Paris Perancis, yang mengukuhkan 16 Geopark dari seluruh dunia dan salah satunya adalah Geopark di Kebumen menjadi UNESCO Global geopark (UGGp).
Menurut pendapat Rizal Gusri, keberhasilan tersebut bukti kerja keras dan kolaborasi dari banyak pihak dan masyarakat Kabupaten Kebumen yang mendukung dan mewujudkan Geopark Kebumen diakui oleh UNESCO, yang gagasannya sudah muncul sejak tahun 2016.
Di samping sertifikat dari UNESCO tersebut, Kabupaten Kebumen juga layak dijulukisebagai daerah “The Mother of Earth” (Ibu Bumi). Istilah tersebut sering digunakan untuk menggambarkan alam sebagai sumber kehidupan dan tempat perlindungan.
Perkokoh dan Pertahankan Sertifikat UGGp
Rizal mengakui, julukan “Ibu Bumi” tersebut sangat cocok dan relevan dengan gerakan, visi dan misi LSM Kalpataru yang mengutamakan kelestarian alam dan lingkungan hidup serta memelihara keseimbangan ekosistem.
Rizal Gusri menegaskan, LSM Kalpataru Kebumen turut merasa bangga dan menggandeng masyarakat kabupaten Kebumen untuk bersama memperkokoh dan mempertahankan sertifikat Global Geopark dari UNESCO tersebut agar tidak berubah atau dicabut kembali oleh UNESCO, dengan menjaga keaslian kawasan Geopark, memelihara kelestarian alam dan lingkungan hidup serta melestarikan budaya dan kearifan lokal.
Rizal menekankan, LSM Kalpataru Cabang Kebumen juga mengajak masyarakat bersama-sama ikut mempromosikan semua objek wisata yang ada, produk kerajinan UMKM khas Kebumen hingga kulinernya.
“kita perlu memasyarakatkan julukan “The Mother of Earth” yang mencakup 22 dari 26 kecamatan di Kebumen, yang kaya akan keunikan geologi, kekayaan flora dan fauna, keanekaragaman hayati serta warisan budaya untuk menarik para wisatawan domestik maupun mancanegara berkunjung ke Kabupaten Kebumen,”tandas dia.
Rizal berharap dengan adanya pengakuan Geopark Kebumen di mata dunia ini, dapat menjadi momentum kebangkitan Kabupaten Kebumen. Khususnya di bidang pariwisata dan menjadikan wilayah yang sesuai dengan semboyan Kebumen Berdaya, yaitu beriman, maju, sejahtera dan berbudaya.
Rizal menerangkan, Kalpataru merupakan LSM yang mandiri dan selalu swadaya dalam kegiatan yang melibatkan masyarakat. Selama ini melakukan kegiatan memberikan edukasi dan informasi kepada masyarakat di bagian hulu.
“Sekarang ini kami sedang melakukan kegiatan pemantauan konservasi sumber daya air, daerah aliran sungai (DAS), pengelolaan air untuk irigasi dan pemanfaatan sumber air untuk kebutuhan rumah tangga bagi masyarakat, termasuk pengelolaan air secara komersial yang dilaksanakan oleh PDAM Tirta Bumi Sentosa Kabupaten Kebumen dalam melayani kebutuhan masyarakat, baik untuk rumah di pemukiman umum maupun di kompleks perumahan,”ucap dia.
LSM Kalpataru berdiri 2003 berpusat di Kabupaten Purworejo. Bersama beberapa lembaga dan dinas/instansi terkait lainnya adalah anggota tingkat nasional TKPSDA (Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air) Wilayah Sungai Serayu Bogowonto, ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Menteri Pekerjaan Umum. LSM Kalpataru juga anggota Dewan Sumber Daya Air Provinsi Jawa Tengah.
Komper Wardopo













