SRAGEN (SUARABARU.ID) – Sejumlah tokoh masyarakat mendatangi lokasi uji coba pompa air bertenaga surya di lahan sawah di Desa Pengkok, Kecamatan Kedawung, Sragen, Sabtu (12/07/2025).
Di antara tokoh Budiono Rahmadi anggota DPRD Sragen dan Dokter Aan Cahyanto. Mereka disambut Kepala Desa Pengkok Sugimin Cokro Haryanto.
“Teknologi pemanfaatan energi matahari untuk menyedot air, bisa mengurangi biaya secara signifikan,” terang Budiono Rahmadi yang juga pengusaha Sragen itu.
Cokro, kades yang berinovasi memasang sumur pompa bertenaga surya di lahan bengkok yang dia garap.
Budiono Rahmadi yang akrab disapa “Mas Bro” mengatakan
beban pembiayaan penggunaan listrik PLN di perusahaan miliknya mencapai 20 persen dari total cost pembiayaan. Jika energi listrik dipakai untk kebutuhan rumah tangga, pabrik es dan peternakan ayam miliknya, maka total cost penggunaan daya listrik mencapai hampir 20 persen dari total pembiayaan.
“Dari listrik PLN saja, biayanya sangat mahal,” ungkap Mas Bro yang juga Ketua DPC Partai Demokrat Sragen itu.
Dia ingin mempelajari lebih lanjut pemanfaatan panel surya untuk kebutuhan yang lebih besar.
Jika menguntungkan, lanjut Budiono dia akan mencoba di tempat usahanya.
Sedangkan Dokter Aan Cahyanto, tokoh masyarakat Desa Pengkok yang kini pengelola klinik dan pengusaha peternakan sapi itu menilai, sumur tenaga surya itu cocoknya untuk usaha pertanian dan perikanan yang memang membutuhkan banyak air.
“Perpaduan budi daya perikanan dan pertanian yang memakai sumur tenaga surya, bisa menguntungkan karena efisien,” tuturnya.













