blank
Babinsa Serda Awaludin dari Koramil-22 Slogohimo Kodim 0728 Wonogiri, tampil memberikan sosialisasi dan edukasi antibullying di Balai Desa Sedayu, Kecamatan Slogohimo, Kabupaten Wonogiri.(Dok.Pendim 0728)

WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Bullying atau perundungan, mencakup segala bentuk penindasan atau kekerasan yang mencakup tindakan pisik dan psikologis. Ini dilakukan dengan sengaja oleh orang atau sekelompok orang yang lebih kuat, atau berkuasa terhadap orang lain.

“Tidak hanya terbatas pada kekerasan pisik, tetapi juga dapat berupa tindakan non pisik seperti ejekan, penghinaan, atau perlakuan tidak sopan,” tandas Serda Awaludin. Tujuannya, untuk menyakiti korban secara terus-menerus. Ini dapat berpotensi membuat korban mengalami trauma dan tekanan psikologis.

Penerangan Kodim (Pendim) 0728 Wonogiri, Pelda Indra, mengabarkan, penegasan tentang bullying tersebut disampaikan oleh Babinsa dari Koramil-22 Slogohimo Kodim 0728 Wonogiri Serda Awaludin. Itu disampaikan saat memberikan sosialisasi dan edukasi antibullying yang digelar di Balai Desa Sedayu, Kecamatan Slogohimo, Kabupaten Wonogiri.

Ikut hadir dalam sosialisasi dan edukasi antibullying ini, Serda Sujoko dari Koramil-22 Slogohimo, Kepala Desa (Kades) Sedayu, Jumari, Ketua dan Pengurus serta Kader PKK Desa bersama perwakilan remaja Desa Sedayu.

Serda Awaludin, mengharapkan, agar kegiatan sosialisasi ini dapat memberikan pemahaman kepada para Kader PKK, untuk kemudian dapat disampaikan kepada putra-putrinya, tentang pentingnya saling menghargai dan menghormati sesama teman. Baik teman di sekolah maupun teman sepermainan di lingkungannya masing-masing.

Lingkungan

Hal itu penting untuk diwujudkan, demi menciptakan lingkungan belajar dan lingkungan bermain yang aman, nyaman, kondusif, tanpa adanya gangguan.

Untuk diketahui, bullying adalah tindakan atau perilaku agresif yang dilakukan secara sengaja dan berulang-ulang untu menyakiti, mengintimidasi atau merendahkan orang lain. Baik secara pisik, verbal maupun sosial. Ini dilakukan oleh individu atau kelompok yang merasa lebih kuat atau berkuasa, terhadap individu yang dianggap lebih lemah.

Bullying dapat terjadi di berbagai lingkungan, seperti sekolah, tempat kerja, atau bahkan dunia maya (cyberbullying). Tindakan ini dapat menimbulkan dampak buruk bagi korban, termasuk masalah kesehatan mental, penurunan prestasi akademik dan isolasi sosial.

Perundungan bisa terjadi dalam berbagai bentuk, termasuk verbal (hinaan, ejekan), pisik (memukul, mendorong), dan sosial (mengucilkan, menyebarkan gosip). Perundungan juga bisa terjadi secara langsung maupun melalui media sosial (cyberbullying).(Bambang Pur)