JEPARA (SUARABARU.ID)- Bagi masyarakat Jawa malam 10 Muharram identik dengan tradisi berbagi atau weweh. Masyarakat akan membuat bubur suro yang dibagi-bagikan ke para tetangga, kemudian dibawa ke masjid atau mushalla. Di malam 10 Muharram itu pula masyarakat akan berbagi kebahagiaan bersama anak-anak yatim dengan cara menyantuninya.

Seperti terlihat di acara santunan yatama yang diselenggarakan masyarakat Tendoksari dan Gerjensari, Desa Tahunan, Kabupaten Jepara, Sabtu (5/7/2025). Masyarakat setempat menunjukkan kepedulian yang sangat tinggi.
Acara yang dihadiri Petinggi Desa Tahunan, H. Muhadi, Ketua RW 06 dan seluruh Ketua RT, tokoh agama, tokoh masyarakat serta seluruh elemen masyarakat dukuh Tendoksari dan gerjen sari, juga dihadiri KH. M. Nasikhin yang akan memberikan mauidhah hasanah.
Menurut informasi yang suarabaru.id terima total santunan yang terkumpul mencapai Rp 93.900.000. Menurut panitia penyelenggara, terkumpulnya donasi untuk santunan yatama tahun ini merupakan rekor baru bagi kegiatan serupa di wilayah tersebut.
Dalam sambutannya, Petinggi Desa Tahunan, H. Muhadi memberi apresiasi kepada seluruh warga Tendoksari dan Gerjensari serta seluruh panitia yang telah sukses dalam menghimpun dana untuk santunan anak yatim.
“Malam ini kita berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim dan dhuafa. Apresiasi yang sebesar-besarnya untuk seluruh warga Tendoksari dan Gerjensari atas terkumpulnya donasi yang menurut informasi tahun ini memecahkan rekor”, ujar Muhadi.
Pada kesempatan itu pula Muhadi mensosialisasikan terkait program desa salah satunya tersedianya jasa layanan masyarakat berupa mobil ambulan. “Kita juga bermitra dengan Lazisnu maupun Lazismu untuk ikut mensosialisasikan layanan mobil ambulan bagi masyarakat”, terangnya.
Sementara itu Ketua RW 06, Suhartono berharap semangat fastabiqul khoirot (berlomba-lomba dalam kebaikan) dapat terus menyemangati masyarakat untuk meningkatkan kepedulian dan kebaikan bagi warga.
“Acara ini tidak hanya menunjukkan kepedulian masyarakat terhadap anak-anak yatim piatu dan dhuafa, tetapi juga mempererat hubungan sosial di antara warga RW 06 Tendok Sari Tahunan Jepara”, tandasnya.
Pengumpulan dana ini merupakan hasil dari partisipasi dan donasi dari seluruh pengurus RW 06, pengurus RT, dan warga RW 06, serta pengurus RT 05 RW 04. Semuanya bersatu untuk membantu anak-anak yatim piatu dan dhuafa di wilayah tersebut.
Rincian donasi yang diterima adalah sebagai berikut: RT 01 RW 06 menyumbang Rp 17.550.000, RT 02 RW 06 Rp 17.450.000, RT 03 RW 06 Rp 12.380.000, RT 04 RW 06 Rp 11.305.000, RT 05 RW 06 Rp 7.091.000, dan RT 05 RW 04 Rp 18.995.000. Selain itu, donasi dari umum seperti jam’iyah, organisasi, yayasan, lembaga, dan dermawan mencapai Rp 9.124.000.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai rincian donasi, masyarakat dapat mengunjungi tautan (tautan tidak tersedia). Hal ini menunjukkan transparansi dan keterbukaan dalam pengelolaan dana santunan.
ua













