SUKOHARJO (SUARABARU.ID) – Hari Asyura (Tanggal 10 Muharram) memiliki banyak keistimewaan. Tanggal 10 Muharram 1447 H (2025 M), jatuh pada hari Sabtu (5/7/25). Umat Islam dianjurkan untuk melakukan ibadah puasa Asyura, yang memiliki keutamaan besar dalam menghapus dosa-dosa setahun yang lalu.
”Dengan melakukan amalan-amalan pada Hari Asyura, kita dapat meningkatkan ketaqwaan dan mendapatkan pahala yang besar dari Allah SWT,” tegas Ustadz Ihsan Saifudin. Penegasannya ini, disampaikan Sabtu sore (5/7/25), saat menyampaikan tausiyah di Masjid Al-Falah di Kampung Madyorejo Barat RT01/RW 07, Kleurahan Jetis, Kecamatan Sukoharjo Kota, Kabupaten Sukoharjo.
Tokoh Muslim Sukoharjo, Begug SW, semalam, mengabarkan, tausiyah yang disampaikan Ustdaz Ihsan Saifudin, mengambil tema Keistimewaan Hari Asyura. Ini disampaikan waktu Bakda Ashar, bersamaan menunggu waktu Maghrib untuk melakukan buka puasa bersama.
Asyura, tandas Ustadz Ihsan Saifudin, memiliki makna yang penting dalam kalender Hijriyah. Mempunyai beberapa keutamaan dan amalan, yang dianjurkan untuk dilakukan Umat Islam. Seperti ibadah sunnah puasa Asyura, yang memiliki keutamaan besar dalam menghapus dosa-dosa setahun yang lalu. Selain itu, Asyura juga merupakan hari yang penuh dengan sejarah dan peristiwa penting dalam Islam. Oleh karena itu, Asyura menjadi waktu yang tepat untuk mengintrospeksi diri, sekaligus meningkatkan amal ibadah dan memperbanyak doa.
Acara ini, diawali dengan penyampaikan prakata dari Kasi Dakwah Masjid Al-Falah, Muhammad Anis. Dia menyampaikan ucapan terima kasih kepada Ustadz Ihsan Saifudin dan para jamaah yang telah hadir pada acara pengajian menjelang berbuka puasa Asyura. Semoga, tandas Muhammad Anis, selesainya pengajian dilanjutkan buka puasa bersama dan diakhiri sholat Magrib berjamaah. ”Marilah kita ikuti kajian ini, dan semoga kita semua dapat memetik hikmahnya, serta bermanfaat untuk kita semua,” tuturnya.(Bambang Pur)













