Oleh: Nuridin & Ira Alia Maerani
Libur telah tiba…Libur telah tiba…
Hore…! Hore…! Hore…!
Hatiku gembira…
LANTUNAN lirik lagu anak-anak yang masih kerap didendangkan itu, menggambarkan ekspresi begitu suka citanya saat liburan tiba. Masa liburan kerap diwarnai dengan kegiatan traveling dan piknik, di antara waktu liburan yang tidaklah sama di setiap jenjang pendidikan. Kalau dibuat rata-rata, sekitar 2 (dua) pekan lamanya.
Kegiatan selama liburan ini, tentu saja tidak seluruhnya diisi dengan rekreasi ke pantai, gunung, kebun binatang, tempat wisata dan perbelanjaan. Selain karena kesibukan orang tua, juga karena pertimbangan kebutuhan mendesak yang lebih diprioritaskan.
Mengingat masa kenaikan kelas adalah masa-masa orang tua mengeluarkan anggaran yang cukup banyak untuk mempersiapkan pendidikan anak-anaknya dengan berbagai kebutuhan yang menyertai, seperti: daftar ulang kenaikan tingkat (jenjang) pendidikan, membeli seragam baru, sepatu, tas baru, buku dan sebagainya.
Oleh karena itu, agar liburan tidak berlalu tanpa kesan, maka kegiatan apakah yang menumbuhkan kecintaan kepada Sang Khalik, merangsang intelektualitas anak, berproses dengan adab dan akhlakul karimah, menyayangi sesama dengan membangun kebersamaan, empati, keceriaan tanpa mengeluarkan anggaran yang besar?
Liburan di Masjid
Libur sekolah sudah kira-kira 10 hari berlalu. Libur sekolah semester dua pada gilirannya akan memasuki semester 1 tahun pelajaran 2025/2026. Masa libur sekolah menjadi masa yang ditunggu-tunggu oleh para siswa, karena sejenak mereka akan menikmati kebebasan untuk bisa bermain atau bertamasya.
Libur sekolah juga biasanya akan dimanfaatkan untuk study tour bagi siswa kelas 6 Sekolah Dasar (SD), kelas 9 untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan kelas 12 untuk Sekolah Menengah Atas (SMA). Singkatnya, libur sekolah menjadi momentum untuk membuat suasana lebih rileks, dan menjadikan siswa akan segar kembali untuk mempersiapkan masuk pada tahun pelajaran baru.
Di antara beragam aktivitas mengisi libur sekolah, ada salah satu kegiatan menarik yang menginspirasi untuk dilakukan di tempat lain. Aktivitas tersebut bertajuk, liburan di masjid.
Kegiatan ini dilaksanakan di Masjid Jami’ Darussalam, Perumahan Plamongan Indah, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang. Kegiatan ini berlangsung selama empat hari (30 Juni-3 Juli 2025), dari pukul 08.00 sampai dengan 11.00 WIB.
Aktivitas ini menjadi menarik, karena para siswa diberi kesempatan untuk mencari ilmu di masjid dengan suasana yang rileks, penuh dengan permainan yang mendidik. Aktivitas ini juga menjadi alternatif bagi siswa yang tidak menghabiskan masa liburan dengan bertamasya atau sekedar berlibur ke rumah saudara atau ke rumah nenek.
Liburan di masjid menjadi menarik, karena diisi beragam kegiatan. Tadarus merupakan kegiatan rutin di Taman Pendidikan Alquran. Untuk itu, muatan liburan di masjid diisi dengan kegiatan yang menyenangkan, dengan penyampaian khas anak-anak oleh para ustadz/ustadzah berpengalaman. Diselingi dengan dongeng kisah para nabi dan rasul.
Anak-anak juga diberikan materi Tauhid (Rukun Islam dan Rukum Iman), kisah teladan para nabi, materi dan praktik wudhu, materi dan praktak shalat, pengenalan angka dan huruf dalam Bahasa Arab, disertai fun game untuk mengusir kejenuhan, dengan tetap memperhatikan adab di dalam masjid, dan makan snack bersama.
Takmir Masjid Darussalam mengemas kegiatan liburan di masjid dalam flyer, yang diviralkan melalui grup WhatsApp, dan disampaikan secara massif kepada warga Perumahan Plamongan Indah dan sekitarnya. Adapun flyer-nya seperti di bawah ini:

Aktivitas kegiatan liburan di masjid ini sangat membantu orang tua siswa, yang tidak memiliki alternatif untuk berlibur, karena masih memiliki kesibukan bekerja. Sedangkan bagi siswa, menjadi kegiatan yang sangat positif dan tentu saja bermakna, karena didalamnya mengandung muatan kegiatan yang bersifat keilmuan.
Liburan di masjid juga diasuh oleh para guru atau ustadz/ustadzah, yang akan membimbing para siswa untuk bermain secara positif, serta membimbing siswa untuk belajar dengan pendekatan yang rileks dan menyenangkan.
Melalui kegiatan liburan di masjid, tentu saja akan menghadirkan banyak manfaat, antara lain: Pertama, mendapatkan ilmu; Kedua, mengisi kekosongan waktu yang positif; Ketiga, membantu orang tua siswa agar lebih memilih kegiatan yang mendukung proses pembelajaran di sekolah.
Keempat, memakmurkan masjid dan menjadikan masjid lebih berfungsi lebih memiliki manfaat, tidak saja sebagai tempat ibadah tetapi juga menjadi tempat pendidikan dan dakwah; Kelima, membangun kecintaan pada masjid bagi anak muda Muslim. Sehingga diharapkan melalui ikhtiar ini merupakan upaya meraih asa, merintis kemuliaan di dunia dan akhirat.
Anak muda yang terpaut hatinya di masjid, menjadi salah satu di antara tujuh golongan yang mendapatkan naungan Allah di hari kiamat (HR Bukhari ke-1.334): Ada tujuh (golongan orang beriman) yang akan mendapat naungan (perlindungan) dari Allah di bawah naunganNya (pada hari kiamat) yang ketika tidak ada naungan kecuali naungan-Nya. Yaitu; Pemimpin yang adil, seorang pemuda yang menyibukkan dirinya dengan ibadah kepada Rabnya, seorang laki-laki yang hatinya terpaut dengan masjid, dua orang laki-laki yang saling mencintai karena Allah, keduanya bertemu karena Allah dan berpisah karena Allah, seorang laki-laki yang diajak berbuat maksiat oleh seorang wanita kaya lagi cantik lalu dia berkata, “aku takut kepada Allah”, seorang yang bersedekah dengan menyembunyikannya hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfaqkan oleh tangan kanannya, dan seorang laki-laki yang berdzikir kepada Allah dengan mengasingkan diri sendirian hingga kedua matanya basah karena menangis.
— Dr H Nuridin SAg MPd (Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unissula) & Dr Hj Ira Alia Maerani SH MH (Dosen Fakultas Hukum Unissula) —













