blank
Ayang Fitrianti saat menjelaskan hal dasar membuat konten digital. Foto: dok/usm

SEMARANG (SUARABARU.ID)– Sejumlah mahasiswa Universitas Semarang (USM), yang melakukan kegiatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), memberikan pelatihan pembuatan konten kepada ibu-ibu di Kampung Jawi, Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Rabu (25/6/2025).

Para peserta yang diajarkan membuat konten itu, merupakan pedagang makanan dan minuman khas, yang biasanya berjualan di Kampung Jawi. Mereka selama ini belum memaksimalkan penggunakan teknologi digital, untuk memasarkan dagangannya.

Dalam pelatihan itu, mereka terlihat antusias saat Dosen Ilmu Komunikasi USM, Ayang Fitrianti menjelaskan hal dasar membuat konten digital. Mulai dari teknik pengambilan gambar dan menulis kaption.

BACA JUGA: 23 Pamen dan PJU di Lingkungan Polda Jateng Dimutasi Jelang Hari Bhayangkara Ke-79

”Kalau motret makanan harus perhatikan angle, komposisi cahaya, serta jarak pengambilan. Kemudian tipografi, warna, dan logo merek, juga harus dibuat unik dan menarik,” ujarnya.

Ayang juga memberikan contoh salah satu konten yang berhasil mencuri perhatian publik, karena menggunakan model pemulung untuk celana jins yang mereka jual.

”Produk celana jins dari Rucas, bahkan meraih rekor penjualan online tercepat dan menerima penghargaan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (Muri), karena menggunakan model seorang pemulung, yang di ‘make over’ hingga tampil berkelas,” kata Ayang, yang juga aktif sebagai Conten Creator itu.

BACA JUGA: Jembatan Pusung Sojokerto Selesai Diperbaiki, Habiskan Anggaran Rp 800 Juta

Wakil Ketua MBKM, Aura Arleannisa menambahkan, tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan kemampuan warga Kampung Jawi, dalam menciptakan dan mengelola konten digital secara mandiri. Harapannya, potensi lokal Kampung Jawi dapat dikenal luas melalui media sosial dan platform digital lainnya, dan menjadikan kampung ini sebagai contoh desa yang melek digital.

”Kampung Jawi ini sangat menarik untuk disebarluaskan. Di sini ada yang jual makanan dan minuman khas, kemudian transaksinya pakai uang kepeng, dan ada karawitannya. Jadi kalau emak-emak di sini melek digital, maka pengunjung di Kampung Jawi bisa semakin banyak,” sebut Aura.

Sementara itu Dosen Pendamping Lapangan (DPL), Muhammad Nur Rohman menyatakan, pelatihan membuat konten merupakan salah satu rangkaian dari ‘USM Suluhing Kampung Jawi’, yang digelar pada Juni ini.

BACA JUGA: Wali Kota Semarang Optimis Kelurahan Jatirejo Juara Lomba Kelurahan Tingkat Provinsi Jateng

Kegiatan itu diadakan, setelah melihat ada potensi lain yang belum dimaksimalkan di Kampung Jawi. Padahal Kampung Jawi menjadi salah satu desa wisata unggulan di Jawa Tengah.

”Melalui program MBKM Internal yang menjadi bagian dari pengabdian masyarakat, mahasiswa dapat belajar dan mempraktikkan ilmunya secara langsung, supaya desa wisata unggulan ini semakin punya dampak yang lebih luas,” harapnya.

Di akhir acara para peserta semakin antusias, karena digelar lomba membuat konten. Mereka memotret makanan yang telah disiapkan, dan menulis kaption yang menarik, kemudian di0upload di sosial media.

Riyan