SEMARANG (SUARABARU.ID)– Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Kadisporapar) Provinsi Jawa Tengah, Muhammad Masrofi mengatakan, pelatih memainkan peran penting sebagai eksekutor dan juga konseptor.
Karena itulah, pihaknya menyampaikan apresiasi atas sukses besar Jateng pada pelaksanaan PON XXI/2024 Aceh-Sumatera Utara, dengan meraih 71 medali emas, 74 perak dan 115 perunggu.
Perolehan medali itu menjadi yang terbanyak, sepanjang keikutsertaannya pada pesta olahraga Nasional empat tahunan ini. Dia pun meminta, hal itu perlu dipertahankan bahkan ditingkatkan untuk keikutsertaannya pada PON 2028 mendatang.
Hal itu seperti yang disampaikannya, saat memberikan sambutannya pada acara ‘Penataran Pelatih dan Penanganan Cedera Pelatda Jangka Panjang’, yang digelar KONI Jateng, di Hotel Grasia, Semarang, Jumat (20/6/2025) lalu.
”Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada KONI Jateng, yang telah bergerak cepat, melangkah dan mengkonsep kegiatan-kegiatan menuju PON 2028. Kita tidak boleh terlena terhadap prestasi yang diperoleh,” kata Masrofi, yang mengaku baru bekerja dua hari sejak dilantik.
KONI Jateng yang menggelar kegiatan penataran pelatih ini, merupakan pewujudan program kerja di tahun 2025. Sebelumnya, Bidang Pembinaan KONI Jateng yang dikomandani Wakil Ketua Umum II, Soedjatmiko, telah menggelar tes fisik.
BACA JUGA: Bupati Jepara Kunjungi Wisata Kali Ndayung, Luncurkan Pasar Akhir Pekan di Batealit
”Program ini sebagai lanjutan dari tes fisik, yang telah dilakukan beberapa waktu lalu. Jadi program berlanjut dan berkesinambungan,” kata Ketua Panitia, Mugiyo Hartono, dalam laporan pembukaannya.
Lebih lanjut dijelaskan juga, kegiatan ini diikuti 106 pelatih, dari 57 cabang olahraga. ”Tujuan diadakannya acara ini, untuk menyamakan persepsi KONI Jateng dengan program latihan jangka panjang, dalam rangka persiapan menuju PON 2028,” paparnya.
Sementara itu, Ketua Umum KONI Jateng, Bona Ventura Sulistiana menyebut, persiapan menyambut PON 2028, harus dilakukan sejak awal. Tidak boleh ada waktu yang terbuang percuma, sehingga akan dicapai peak performance tepat saat event Nasional itu berlangsung.
BACA JUGA: Bank Jateng Raih 10 Penghargaan di Ajang Infobank Banking Service Excellence Awards 2025
Bona juga menyinggung tentang pentingnya penanganan cedera atlet saat latihan, maupun ketika bertanding. Karena itu, pelatih juga perlu dibekali dengan pengetahuan dan penanganan cedera. ”Jangan ada atlet yang berkorban untuk daerah, namun tidak tertangani dengan baik,” pesannya.
Penataran pelatih dengan moderator Wakil Ketua Bidang Pembinaan KONI Jateng, Agus Raharjo ini, berlangsung selama dua hari, Jumat-Sabtu (20-21/6/2025).
Acara ini menghadirkan pemateri, Wakil Ketua Umum II KONI Jateng Soedjatmiko (Strategi Program Pelatda KONI Jawa Tengah), Dosen Ilmu Keolahragaan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung Dikdik Zafar Sidik (Penyusunan Program Latihan), Pelatih Nasional Pencak Silat Indro Catur (Implementasi Penyusunan Program Latihan).
Riyan













