JEPARA (SAUARABARU.ID)– Dengan mengambil tema Santri Calon Pemimpin Masa Depan Gemilang, Pondok Pesantren Modern Asy-Syifa’ Muhammadiyah Blimbingrejo, Nalumsari , Jepara sukses menyelenggarakan kegiatan Kemah Latihan Dasar Kepemimpinan Pandu Hizbul Wathan.
Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari penuh, mulai Selasa hingga Kamis, ( 17–19 Juni 2025 , di lingkungan Pondok Asy Syifa Blimbingrejo.
Kegiatan dibuka dengan antusiasme para peserta yang langsung melakukan registrasi dan pendirian tenda. Dalam suasana penuh semangat kebersamaan, acara dilanjutkan dengan Upacara Pembukaan yang dipimpin oleh Pembina Hizbul Wathan, Uria.
Materi pertama yang disampaikan bertajuk kepemimpinan /Leadership Dasar, dibawakan oleh Arif Budiman yang mengajak santri untuk memahami hakikat kepemimpinan dalam perspektif Islam dan kehidupan modern.
Setelah waktu istirahat dan makan siang, para peserta mengikuti kegiatan mencari jejak, yang bertujuan melatih kekompakan, kecermatan, dan kemampuan komunikasi kelompok. Malam harinya ditutup dengan kegiatan Api Unggun dan Pentas Seni (PENSI), yang menampilkan kreativitas luar biasa dari para santri.
Memasuki hari kedua, para peserta dibangunkan dini hari untuk melaksanakan Qiyamul Lail, dilanjutkan dengan shalat subuh, kultum, dan muroja’ah. Suasana spiritual ini menjadi momen penguatan keimanan sekaligus introspeksi diri. Pagi hingga sore hari diisi dengan Class Meeting, perlombaan seru yang mempererat ukhuwah dan sportivitas. Malam harinya, peserta mengikuti Post Test sebagai evaluasi, dan menutup hari dengan kegiatan Nonton Bareng (NOBAR) bersama pembina.
Pada hari terakhir, kegiatan dimulai dengan ibadah malam dan shubuh berjamaah, dilanjutkan dengan Apel Penutupan yang khidmat. Setelah sarapan, peserta diarahkan menuju kegiatan renang terpisah untuk putri dan putra sebagai penutup kegiatan yang menyenangkan dan menyegarkan.
Melalui rangkaian kegiatan ini, para santri dibina tidak hanya dalam aspek spiritual dan intelektual, tetapi juga dalam hal kepemimpinan, tanggung jawab, dan kedisiplinan. “Kami berharap para santri mampu membawa nilai-nilai Hizbul Wathan dalam kehidupan mereka sehari-hari dan kelak menjadi pemimpin yang bijak serta berakhlak mulia,” ujar salah satu Ramanda arau pengasuh Fasiih Thoriq.
Fasiih Thoriq menjelaskan bahwa perkemahan ini bukan sekadar ajang rekreasi, melainkan media pendidikan karakter yang nyata dan aplikatif. Semangat, kerja sama, dan nilai-nilai kepanduan yang tertanam selama kegiatan diharapkan terus hidup dalam jiwa santri hingga masa depan.
Hadepe – Edy S













