blank
Foto bersama Kepala Balai Bahasa Jawa Tengah, Dwi Laily Sukmawati, narasumber dan para peserta. Foto: Dok Balai Bahasa

SEMARANG (SUARABARU.ID) – Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan Lokakarya Hasil Inventarisasi Kosakata Budaya Jawa Tahun 2025 yang berlangsung dalam dua hari, Kamis-Jumat, 19 dan 20 Juni 2025 di hotel Grand Arkanso Parkview Simpang Lima Semarang. Acara ini  dibuka langsung oleh Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah,  Dwi Laily Sukmawati, S.Pd., M.Li.

Lokakarya ini menghadirkan narasumber Totok Yasmiran, S.S. (Filolog dari Museum Radya Pustaka), Sutarko, S.Pd. (Praktisi Budaya), Untung Pujiarto, S.Pd. (SMPN 1 Padamara, Purbalingga), Novanda Alim Setya Nugraha, S.S., M.Hum. (Desa Wisata Adiluhur, Kebumen).

Emma Rahardian, M.Hum.,  Ketua KKLP Perkamusan dan Peristilahan, dalam laporannya menyampaikan, bahwa data kosakata didapat dari tiga lokus, yakni Kabupaten Cilacap, Kabupaten Purbalingga dan Kabupaten Kebumen.

blank
Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Dwi Laily Sukmawati, S.Pd., M.Li. saat memberikan sambutan. Foto: Dok Balai Bahasa

“Tim inventarisasi bahasa telah mengumpulkan sekurang-kurangnya 610 kosakata, dengan rincian, 446 lemah kuliner, kemudian 164 lemah permainan tradisional,” ujarnya

Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah,  Dwi Laily Sukmawati, S.Pd., M.Li. dalam sambutannya mengungkapkan bahwa inventarisasi kosakata budaya juga sejalan dengan program Balai Bahasa, ”Ini merupakan salah satu bentuk dukungan untuk kami, bahwa Bapak-Ibu juga bersepakat dengan apa yang sudah kami lakukan, yaitu menginventarisasi budaya Jawa,” ujarnya

blank
Diskusi dan verifikasi makanan tradisional dengan narasumber, Totok Yasmiran , seorang Filolog dari Museum Radya Pustaka (paling kanan). Foto: Balai Bahasa

Selain itu ia juga menjelaskan, tahun 2025 Balai Bahasa Jawa Tengah melalui tim kerja kosakata dan istilah, telah terpilih menjadi nominasi 15 UPT atau 15 lembaga yang lolos di KIPP tahun 2025. KIPP ini merupakan kompetisi uji inovasi pelayanan publik. Jadi kita masuk dalam 15 nominasi lembaga yang lolos di KIPP tahun 2025, dari sekitar  70  lembaga yang mengajukan inovasinya. “Jadi kami sekarang punya Sibaja (Sinarai Istilah Bahasa Jawa), ini produk dari tim KIPP,” ungkapnya.

Salah satu yang hadir di kegiatan lokakarya ini sekaligus menjadi salah satu sekolah yang menautkan laman Sibaja di laman sekolah adalah SMPN 1 Padamara, Purbalingga.

Kemudian seorang praktisi budaya, Sutarko, S.Pd. menyampaikan rasa syukurnya karena Balai Bahasa Jawa Tengah bersedia berkolaborasi dengan para praktisi budaya untuk melestarikan dolanan tradisional sebagai salah satu inventaris budaya Jawa.

blank
Sesi diskusi dan verifikasi kosakata budaya Jawa dengan narasumber Sutarko SPd (paling kanan). Foto: Balai Bahasa

”Terima kasih telah memberikan ruang pada kami dan memfasilitasi agar kami dapat mewariskan dolanan-dolanan tradisional itu melalui media sosial dan dikumpulkan melalui dokumentasi digital agar anak-anak tetap mengenal dolanan tradisional,” ujar Sutarko

Acara ini diikuti   25 peserta dari berbagai unsur yang saling bersinergi untuk mengumpulkan kosakata budaya Jawa untuk pengusulan secara rutin tiap tahunnya.

blank
Diskusi dan verifikasi kosakata budaya Jawa dengan narasumber Novanda Alim Setyanugraha (paling kiri). Foto: Balai Bahasa

Kemudian peserta internal dari Balai Bahasa yang mengikuti lokakarya, Ema Rahardian, M.Hum. Kepala KKLP Perkamusan dan Peristilahan (Widyabasa Ahli Madya),Kahar Dwi Prihantono, M.S. (Penerjemah Ahli Madya), Umi Farida, S.S., M.Pd. (Widyabasa Ahli Muda), Poetri Mardiana Sasti, S.S., M.Pd. (Widyabasa Ahli Muda), Vintia Anggraini, S.S. (Widyabasa Ahli Pertama).

Hadir juga  peserta eksternal, Wahyu Seto Aji, S.Hum. (Disdikbudpora Kabupaten Semarang), Tri Winarti, S.Pd., M.Pd.  (Disdikbudpora Kabupaten Semarang), Henik Ratna Ciptaningrum, S.S. (Disdikbudpora Kabupaten Semarang), Rosyid Hikmatiar, S.Hum. (Disdikbudpora Kabupaten Semarang), Joseph Goenadhy,S.Pd. (SMPN 1 Kalimanah, Purbalingga), serta dari Ikatan Duta Bahasa Amaliyatul Hidayah Rofiq, S.S. dan Hannan Fuad Kholis.

Hadepe – Amaliya HR